19 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemprov Tekankan Pentingnya Penanganan Stunting

2 min read

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, saat memberikan sambutan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi Rapat Kerja Daerah, yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kalsel, dengan menekankan pentingnya penanganan persoalan stunting.

Dalam sambutannya, saat membuka secara resmi rakerda, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyampaikan, dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2022, dengan mengangkat tema konvergengsi lintas sektor bergerak, mewujudkan penguatan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan, tentu sangatlah tepat untuk mencegah stunting sejak dini, melalui jalinan kerjasama antar berbagai sektor.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Inspektur Utama BKKBN Pusat, Ari Dwikora Tono, dan
Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Ramlan. (ki-ka)

“Saya meminta penanganan stunting ini dapat segera dilakukan, mengingat angka stunting Kalsel cukup besar, dan diperlukan kerjasama antar berbagai sektor, agar permasalahan segera berakhir,” pintanya

Disampaikan Sahbirin, persoalan stunting ini bukan perkara yang ringan. Generasi  penerus bangsa tidak boleh dibiarkan mengalami kekerdilan dan kekurangan asupan gizi. Asupan gizi harus diperhatikan sejak anak masih dalam kandungan sampai pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Jika kita telusuri berbicara stunting, tidak bisa mengesampingkan kondisi awal sejak anak dikandung. Kalsel masih menjadi daerah dengan kasus pernikahan anak yang tinggi. Hal ini secara langsung berdampak pada tumbuh kembang anak,” ujarnya.

LebIh lanjut Sahbirin Noor menilai, kurangnya akses layanan kesehatan juga memiliki dampak yang cukup serius dalam peningkatan angka stunting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan. Ia meminta semua pihak terkait untuk berupaya keras, agar sistem pencegahan dan penanganan stunting ini dapat bekerja dengan baik, sehingga anak-anak nantinya tidak lagi stunting.

“Investasi sumber daya manusia memang tidak bisa secara langsung kita rasakan. Namun ini adalah komitmen kita bersama, agar anak cucu di masa akan datang memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Ramlan, mengatakan rakerda ini digelar melalui terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia, untuk memperkuat komitmen dengan SKPD terkait.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Ramlan

“Kita sikapi serius penanganan stunting, dan dicegah sejak dini,” tutup Ramlan.

Rakerda Bangga Kencana itu dihadiri langsung Inspektur Utama BKKBN Pusat, Ari Dwikora Tono, diikuti  peserta dari kabupaten/kota se-Kalsel, berlangsung di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, pada Selasa (22/3). Kegiatan juga dirangkai dengan penjanjian kerjasama antara BKKBN Kalsel dengan beberapa Perguruan Tinggi di Kalsel dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kalsel. (BIROADPIM-NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.