22 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Peringati HPSN, DLH Kalsel Ajak Lapisan Peduli Lingkungan

2 min read

Kadis LH Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mengadakan Hari peringatan sampah nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari oleh warga Indonesia di Tempat Pemrosesan akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula, Dalam momentum ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Hanifah Dwi Nirwana mengajak seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan.

Pada Senin (21/2) siang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, persoalan sampah masih belum terselesaikan dengan baik. Peran serta seluruh komponen masyarakat memegang kunci kebehasilan untuk menyelesaikan persoalan sampah.

“Kelola sampah, kurangi emisi, bangun proklim adalah tema HPSN tahun ini,” ucap Hanifah.

Hanifah menyampaikan, tema HPSN tahun 2022 sangat mencerminkan kondisi dunia, Pandemi COVID-19 dan meningkatnya gas rumah kaca adalah situasi yang sedang dihadapi, termasuk Kalsel. Menurut data sistem informasi pengelolaan sampah nasional pada 2021, timbulan harian dari seluruh kabupaten/kota di Banua adalah 989,83 ton setiap harinya.

“Atau sebanyak 359.097 ton per tahun, untuk memenuhi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah (jakstrada), tentu tidak mudah dengan adanya peningkatan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan perubahan gaya masyarakat,” ungkap Hanifah.

Hanifah menambahkan, peningkatan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan perubahan gaya masyarakat menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, pencapaian pengelolaan sampah tahun 2021 di Kalsel ditargetkan, dapat melakukan pengurangan sebesar 24 persen. Faktanya, Kalsel baru mencapai pengurangan sampah 14,57 persen. Sedangkan penanganan sampah yang ditarget 74 persen, baru dapat direalisasikan 63,74 persen.

“Tidak dapat dipungkiri tempat pemerosesan akhir (TPA) sampah adalah salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca. Sehingga Kalsel akan terus menyempurnakan pengelolaan sampah di TPA, melalui penerapan recovery serta mengurangi sampah yang ditimbung melalui pengelolaan sampah lanjutan,” lanjut Hanifah.

Hanifah menyebut, menjadikan sampah sebagai bahan bakar alternatif, akan menjadi salah satu program untuk pengurangan sampah. Ke depan, hal ini mau tidak mau adalah pilihan atau opsi penting dalam pengelolaan sampah. Upaya penuruan emisi gas rumah kaca, juga harus terus dilakukan melalui lokus proklim di Kalsel. Pendampingan proklim dengan pengelolaan dan pengurangan sampah akan terus dilakukan, untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengahadapi perubahan iklim.

“Dapat berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca, yang menjadi penyumbang perubahan iklim,” tutup Hanifah. (MRF/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.