Dua Orang Terpapar Omicron, Dinkes Banjar Klaim Masih Diidentifikasi

BANJAR – Kasus varian baru Omicron kini melanda Kota Intan, Martapura, Kalimantan Selatan. Dua orang dinyatakan terpapar setelah mengetahui hasil sampel yang diujikan di RSJ Sambang Lihum.

Kadinkes Banjar, Yasna Khairina, menyebut, dua orang yang terkonfirmasi positif itu, ditegaskannya belum diketahui jelas domisili asal pasien yang saat ini juga masih mendapat perawatan khusus di rumah sakit milik Pemprov Kalsel.

“Memang terkonfirmasi dua orang dan ini merupakan pasien baru di RSJ Sambang Lihum. Kami juga masih mengkonfirmasi yang bersangkutan tinggal dimana,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (9/2) siang.

Kembali ia menegaskan, dua orang yang terpapar itu belum bisa dipastikan sebagai warga yang berdomisi di Kabupaten Banjar.

“Belum diinformasikan kepada kami dan masih ditelusuri. Tetapi, mereka adalah pasien baru di RS Sambang Lihum,” bebernya.

Meski baru mengetahui dua orang terpapar Omicron. Justru, lonjakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Banjar sedikitnya kini telah mencapai 150 orang.

“Ini kan baru dua yang ketahuan ya,” ungkap Yasna.

Mantan Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura ini menghimbau kepada warga Kabupaten Banjar yang belum menerima suntikan vaksin pertama dan kedua agar segera mendatangi fasyankes terdekat. Hal ini sebagai bentuk murni pencegahan.

“Yang belum vaksin agar segera bervaksin. Bagi yang berhasil mendapatkan dosis pertama hingga kedua bisa ikut melaksanakan vaksin ketiga (booster). Kemudian, diharapkan orang tua peserta didik dapat memberikan izin kepada anaknya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka program vaksinasi anak dan jangan abaikan prokes seperti pentingnya penggunaan masker,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Banjar, Masruri, mengungkapkan, dari jumlah 150 kasus aktif ada sekitar 145 yang menjalankan isoman, 2 pasien di RSUD Ratu Zalecha dan 3 orang lainnya di RSUD Ulin Banjarmasin.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Masruri

“Ketersediaan tempat tidur (TT) isolasi saat ini berjumlah 60 secara rinci diantaranya 8 TT dipakai 2 pasien COVID-19 dan 6 dicurigai. Sedangkan, isolasi terpusat 26 TT di Guest House Sultan Sulaiman serta terkonfirmasi Omicron ada 2 orang di RS Sambang Lihum Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Terkait cakupan vaksin, ia menjabarkan, untuk kategori umum sekitar 77,90 persen, lansia 63,21 persen dan anak baru mencapai 25,47 persen.

“Umum sebanyak 344.500 orang, lansia sekitar 21.789 orang dan anak sudah tercapai 25.247,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

DPRD Banjamasin : Titian Jalan Pengambangan Harus Diperbaiki

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Banjarmasin, akan memprioritaskan perbaikan titian Jalan Pengambangan RT 9,10 dan 28, Kelurahan Pangambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan pada Rabu (9/2), pihaknya akan siap memperjuangan untuk dilakukan perbaikan dalam APBD Perubahan tahun 2022 ini. Namun kalau dananya tidak memungkinkan, akan dilaksanakan pada APBD murni tahun 2023 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, saat memberikan komentarnya

“Kita prihatin kondisi titian itu, akibat tergerus arus air sungai Martapura, menjadi rusak,” ucapnya.

Matnor menyampaikan, selama ini warga sekitar mengalami kesulitan untuk melewatinya, terutama akses anak-anak yang turun ke sekolah. Bahkan membuat masyarakat secara swadaya, untuk membangun titian tersebut.

“Nanti kami akan buatkan titian yang layak, seperti di Kampung Melayu,” jelas Matnor saat ditemui di ruang kerjanya.

Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menilai, kondisi titian itu sudah sangat lama rusak dan ternyata belum masuk perencanaan, baik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) hingga Rencana Kerja (Renja) dari SKPD terkait, dengan demikian harus segera ditindaklanjuti.

“Mereka yang bermukim di sana, meski di pinggiran sungai, harus tetap mendapatkan infrastruktur yang layak,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Diminta Untuk Perkuat Vaksinasi Ditengah Lonjakan Kasus COVID-19

BANJARMASIN – Ditengah peningkatan kasus COVID-19 di Kota Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan arahan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk memperkuat pelaksanaan vaksinasi di kota tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar telah memberikan arahan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, pada saat menghadapi peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini.

“Salah satu arahan yang diberikan yaitu, memperkuat vaksinasi di Kota Banjarmasin, agar segera terwujud kekebalan kelompok,” ungkap Machli.

Menurut Machli, berdasarkan arahan tersebut, saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin tengah melaksanakannya.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga meminta kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk membuat mikro planing kawasan capaian rendah vaksinasi lansia.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga meminta kepada Pemerintah Kota Banjarmasin untuk membuat mikro planing kawasan capaian rendah, untuk vaksinasi lansia,” tutur Machli.

Menurut Machli, pada mikro planing tersebut, akan segera disusun oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito mengatakan, untuk perkuatan pelaksanaan vaksinasi di Kota Banjarmasin, dibantu oleh Polri dan TNI.

“Untuk pelaksanaan perkuatan vaksinasi di Kota Banjarmasin, akan dilaksanakan sampai tingkat RT,” ucapnya.

Dengan pelaksanaan tingkat RT maka diharapkan, perkuatan pelaksanaan vaksinasi tercapai di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version