Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Literasi Digital itu Mudah dan Menyenangkan

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”. untuk wilayah Kabupaten Barito Kuala, di buka oleh Hj. Noormiliyani, A.S., S.H. – Bupati Barito Kuala dan di moderatori Dika Putra Wijaya. Sabtu (20/11) siang.

Menghadirkan narasumber Muhammad Alviansyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si,  Dosen FISIP Univ. Lambung Mangkurat. Ica Lisnawati, Ns., M.Kep.Dosen Univ. Muhammadiyah Banjarmasin

Cukup menarik apa yang di sampaikan Key opinion leader Jihan Novitasari – News Presenter & Producer TV, yakni berbahasa yang baik dan benar didunia digital yang merupakan bahan utama untuk berselancar di internet, dan cerminan diri sendiri.

” Bahasa yang kita gunakan dengan baik belum tentu benar lo bagi orang lain, karena harus disesuaikan dengan situasi dan keadaannya,” ujarnya.

Ada yang harus diperhatikan dalam berbahasa, yakni etika, tata krama, filter diri sendiri, relevan dengan konten yang ada dan menghindari jerat hukum.

” Kita sadari bersama saat ini penggunaan bahasa banyak yang kacau, orang-orang ngomong kasar, ini menjadi trend dan teman-teman beberapa kali melihat di internet,” ungkapnya.

Dijalaskannya, bahwa bahasa yang digunakan di media sosial ada 4 macam, antara lain, bahasa formal, informal, bahasa daerah dan bahasa gaul.

” Bahasa gaul boleh-boleh saja, tapi harus beretika, kalau kita mengajak ya ajaklah dengan bahasa yang relevan sesuai konten, agar terhindar jerat hukum,” ujarnya lagi.

Banyak saat ini yang menggunakan bahasa gaul untuk meniru orang lain, sehingga membuat seseorang lupa akan identitasnya.

” tetaplah menjadi masyarakat Indonesia yang ramah dan sopan santun, toleransi dan memperhatikan tata krama,” jelasnya.

Ditambahkan, sedikit saja tata krama yang dilanggar bisa berdampak buruk, karena orang yang diajak komunikasi bisa salah tangkap, atau bahasa yang dinilai kasar hingga persepsi yang tidak jelas.

Ada beberapa ancaman yang akan terjadi dalam penggunaan bahasa dalam media sosial, diantaranya, sasaran buly, pelaku penyebaran hoax, pelaku propokator, buruknya rekam jejak, miss komunikasi dan terjerat pidana. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Banjarmasin; Perspektif Kota Sungai di Era Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 dengan Tema “Perspektif Kota Sungai di Era Digital” untuk wilayah kota Banjarmasin Kalsel, Sabtu (20/11) pagi.

Salah satu narasumber Tyovan Ari Widagdo dengan materi ” Tren Bisnis dan Pekerjaan di Dunia Digital”menjelaskan melalui skil digital yang dipunyai untuk pengembangan media internet ada beberapa pekerjaan untuk menambah pundi-pundi pendapatan kita.

“Apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan secara online? banyak kok, diantaranya, Copy Writer atau penulis yang fungsinya lebih banyak menulis atau membuat konten untuk blog sebuah perusahaan, bahkan untuk sosial media peran Copy Writer juga dibutuhkan untuk membuat Caption dan materi promosi di dunia digital” jelas Tyovan.

“Pekerjaan berikutnya adalah Designer Grafis, saat ini banyak peran pekerjaan Design Grafis ini di dunia digital, kerena merupakan tren yang luar biasa dan secara siginifikan perannya juga sangat tinggi, karena dalam membuat sebuah promo di sosial media yang marak saat ini tak lepas dari peran seorang Designer Grafis tersebut, pekerjaan ini juga bisa dikerjakan dari rumah saja dan jika sebuah desain tadi diperlukan oleh sebuah perusahaan besar maka akan memberikan keuntungan materi yang cukup besar juga untuk kita”ungkap Tyovan.

Kemudian bidang pekerjaan lain yang sering didengar di dunia digital saat ini ada “Conten Creator” adalah si pembuat sebuah konten apa saja baik itu untuk Youtube, Instagram dan media sosial lainnya, konten sendiri pun beragam mulai dari konten makanan, traveling, hiburan dan masih banyak lainnya, jika kita membuat dan banyak mendapatkan viewer atau subciber di Youtube maka jelas ini akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi kita, tentu perlu pemikiran atau ide yang kreatif agar konten kita selalu mendapat perhatian besar ketika kita upload, nah jika kita hitung penghasilan disini maka tentu akan jauh lebih besar jika dibanding penghasilan kita jika bekerja di sebuah perusahaan swasta”tekan Tyovan.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI kali ini menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Ibnu Sina,Walikota Banjarmasin,moderator Sabrina Anwari ,Key Opinion Leader Nattaya Laksita – Host & Beauty Enthusiast
dengan pemateri handal
NARASUMBER:

  1. Akbar Rahman,Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin
  2. Tyovan Ari Widagdo Founder Edumo, Bahasa, Vemobo
  3. Dr Ira Mentayani, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pemukiman, LPPM – ULM. (RILIS)
Exit mobile version