24 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Tingginya Harga Jual Batu Bara di Dunia, Dana Transfer Pusat ke Daerah Naik 10 Persen

2 min read

ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara di Indonesia (ist)

BANJARBARU – Tingginya harga jual batu bara, kini berimbas pada nilai alokasi pembagian dana perimbangan pemerintah pusat ke daerah. Tak tanggung-tanggung, angka nominal yang dihasilkan pun juga merangkak naik hingga 10 persen.

Kepala Bidang Pengelola Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji mengakui adanya kenaikan persentase dari dana transfer ini. Namun, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti berapa nominal angka yang akan diberikan pemerintah pusat kepada provinsi, kabupaten dan kota.

“Yang jelas, ada pertimbangan kembali dari pemerintah pusat terkait pembagian ke daerah, tentu juga harus melalui rekonsiliasi dana penerimaan lainnya dan nanti terbitlah Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) berapa nomila yang akan diterima,” jelasnya kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, belum lama tadi.

Bahkan, ia tak menampik kalau tren penerimaan Minerba melalui batu bara mendapatkan royalti yang cukup besar. Sehingga, menurutnya sah-sah saja dana perimbangan ke daerah mengalami kenaikan.

“Ini jelas berpengaruh besar terhadap alokasi penerimaan dari bagi hasil pendapatan batu bara,” bebernya.

Sementara itu, Kasubbid Dana Transfer Pusat Bakeuda Kalsel, Alfian menjelaskan, meski belum dikeluarkannya regulasi aturan pasti terkait penegasan berapa jumlah nominal angka yang dikucurkan kepada pemerintah daerah. Namun, dari situs resmi Kementerian Keuangan menyebutkan kenaikan ini berada dikisaran 7 – 10 persen.

“Untuk Tahun Anggaran 2022 dari dana bagi hasil ada sedikit peningkatan dibandingkan 2021 dan itu diluar dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” ucapnya.

Dia menuturkan, sumber dari dana transfer yang diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah meliputi Dana Bagi Hasil Pajak (BHP), Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (BHBP) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Kenaikan tersebut diakui karena nilai jual harga batu bara mulai tinggi, baik pembelinya dari dunia ataupun Asia Tenggara. Dimana, komoditi inilah yang banyak memberikan kontribusi terhadap dana bagi hasil atau transfer ke daerah nantinya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.