27 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Tingkatkan Harga, Pemprov Kalsel Dorong UPPB Bergabung

2 min read

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) agar bisa meningkatkan volumenya melalui penggabungan beberapa UPPB.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi menjelaskan, dengan penggabungan beberapa UPPB ini, mempunyai manfaat yang lebih besar. Seperti harga yang didapat lebih tinggi, juga penghematan dari segi biaya.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi

“Pabrikan bisa memberikan harga yang lebih tinggi apabila volume karet yang dihasilkan lebih besar. Jadi bisa dinikmati juga petani-petani kita. Harga juga berbeda dari UPPB yang hasilnya kecil. Dari segi transportasi juga lebih murah, karena bisa menggunakan truk besar,” jelasnya.

Suparmi menambahkan, UPPB di Kalsel juga sudah mempunyai posisi harga tawar terhadap pabrik. Hal ini disebabkan permintaan karet yang terus mengalami peningkatan, sehingga pabrikan secara tidak langsung berlomba-lomba untuk melakukan transaksi dengan UPPB.

“Kalau sebelumnya pabrik yang menentukan harga. Saat ini posisi tawar ada di UPPB. Karena selain kebutuhan, faktor lainnya karena harga bisa diketahui oleh UPPB melalui harga yang diterbitkan oleh SICOM (Singapore Commodity Exchange),” ujarnya.

Berdasarkan data harga karet yang diterbitkan oleh SICOM pertanggal 25 Oktober 2021, untuk K3 (kadar karet kering) 100 persen mempunyai nilai antara Rp21.000 hingga Rp22.000 per KG. sedangkan untuk K3 62-65 persen mempunyai harga Rp13.330 – Rp13.975 per KG. Kemudian untuk K3 56-58 persen berada diangka Rp12.685 – Rp13.115 per KG.

“Rata-rata K3 kita ada dikisaran 60-67 persen. Jadi sekitar Rp12.000 ke-atas. Bahkan harga karet dengan K3 40-45 persen (karet basah ditingkat petani baru panen) sudah di atas Rp8.000,” bebernya.

Lebih lanjut Suparmi menyebut, Pemprov Kalsel juga terus berharap agar petani karet di Kalsel dapat meningkatkan produksinya melalui peremajaan karet secara mandiri.

“Dengan harga karet bagus, maka diharapkan semangat melakukan peremajaan dan pemeliharaan sendiri untuk meningkatkan produksinya,” harapnya. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.