18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Museum Wasaka Gelar Pameran Temporer

2 min read

Salah satu koleksi benda bersejarah replika baju pahlawan nasional pangeran Antasari

BANJARMASIN – Memperingati hari museum Indonesia, pada Selasa, 12 Oktober 2021, museum waja sampai kaputing, menggelar pameran temporer, di halaman Wasaka, yang berlokasi di jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yusuf Effendi, setelah membuka pameran temporer, pada Senin (11/10), pihaknya sangatlah mengapresiasi dengan digelarnya pameran temporer ini, sebagai upaya memajukan kebudayaan di banua, dan semakin meningkatkan dunia mutu pendidikan di Kalsel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi

“Kami minta para pengunjung yang datang, tetap disiplin protokol kesehatan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan bidang kebudayaan, melalui kepala seksi cagar budaya dan permuseuman Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan Arry Risfansyah, dalam kegiatan pameran temporer ini digelar selama 4 hari, mulai 11 – 14 Oktober 2021, pada jam 09.00 – 17.00 WITA. Pada hari pertama dilaksanakan perawatan koleksi museum, hari kedua seminar kajian parang kalimantan selatan, kemudian hari ketiga menggelar forum diskusi pecinta dan pelestari senjata tradisional kalimantan selatan, serta hari kamis digelar diskusi permuseuman museum lambung mangkurat, dilanjutkan penampilan madhihin sanggar karamunting Disdikbud Hulu Sungai Selatan.

Kasi cagar budaya dan permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Acara kami gelar melalui dana alokasi khusus (BOP) tahun 2021, untuk prokes sudah disiapkan, mulai dari diperiksa suhu tubuh pengunjung sebelum masuk ke pameran, tersedia masker dan hand sanitizer,” katanya.

Sementara itu, salah satu tenaga perawatan koleksi museum wasaka, Iskandar menyampaikan, pihaknya  melakukan perawatan koleksi secara rutin, dengan tujuan agar selalu terjaga keaslian benda bersejarah, peninggalan para pejuang, biasanya digelar setiap enam bulan sekali.

“Merawat benda koleksi harus dari hati, tidak sembarangan menggosoknya, perlu telaten dan pengetahuan tentang jenis koleksi museum, baik dari bahan dan benda karena berbeda,” tutupnya.

Untuk diketahui, museum wasaka  menggelar pameran temporer, yang diikuti dari museum lambung mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, museum rakyat Hulu Sungai Selatan, dan komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, dengan menyajikan berbagai macam senjata peninggalan para pejuang dan pahlawan, diantaranya berupa keris, belati, parang, wafak, pisau, sumpit dan replika baju pahlawan nasional pangeran antasari. (NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.