24 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

DPPPA Kalsel Lakukan Pendataan Untuk Bantuan Anak Yatim Terdampak COVID-19

2 min read

Kepala Dinas PPPA Kalsel, Husnul Hatimah

BANJARBARU – Anak yang kehilangan orang tuanya akibat terpapar COVID-19 akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) sedang melakukan pendataan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kepala DPPPA Kalsel, Husnul Hatimah mengatakan sebagai bentuk perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI untuk memenuhi haknya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikhususkan bagi anak yang berstatus yatim piatu.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah pusat. Melihat dampak pandemi COVID-19 juga mempengaruhi dunia anak, salah satu penyebab nyata terlihat adalah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona,” ujarnya, dalam penyampaian kegiatan Bimtek KLA yang diikuti 13 wilayah di Kalsel, di ruang rapat Klaster Perindustrian, Selasa (22/9) kemarin.

Diungkapkannya, tentu program ini juga merupakan langkah strategis dan utama dari pihaknya bersama Kementerian PPPA RI, selain sebagai lembaga dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Instansi tersebut pula menjadi wadah dalam pemenuhan hak anak terkhusus di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap kabupaten/kota dapat bekerjasama dalam program yang di gaungkan oleh pemerintah pusat termasuk pendataan terhadap anak yatim, piatu hingga yatim piatu dan itu terdapat di Disdukcapil masing-masing. Sehingga, kita dapat bergerak untuk membantu mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Hak Pemenuhan Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty menyebutkan hingga kini pihaknya terus melakukan pendataan di 13 kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Selatan. Hal ini bertujuan, untuk mengetahui berapa jumlah anak yatim piatu terdampak COVID-19.

Kasi Hak Pemenuhan Pendidikan dan Pengasuhan Dinas PPPA Kalsel, Rahmawaty

“Yang jelas, langkah-langkah kongkrit kami adalah mendata dulu di seluruh daerah di Kalsel. Apabila sudah terealiasasi, maka, data itu diserahkan kepada Kementerian PPPA RI tinggal mereka yang menentukan bantuan apa yang diberikan nanti,” bebernya.

Terlebih, ia menuturkan, untuk memaksimalkan program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, pihaknya juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Selatan.

“Jadi, kami juga bekerjasama dengan forum zakat terkait untuk merealisasikan program bantu untuk pemenuhan hak anak di Kalsel,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.