24 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Tengah; Siapkan Diri Hadapi Transformasi Digital

2 min read

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah.

HULU SUNGAI TENGAH – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, B Sc dan Bupati HST, H. Aulia Oktafiandi, S T., MAppCom ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Dika Putra Wijaya yang menghadirkan narasumber pertama yaitu Piyu Padi yang menyampaikan materi tentang “Digital Safety”.

Piyu memaparkan, cyber safety merupakan sebuah bentuk keamanan saat mengakses internet. Sedangkan internet sehat merupakan aktifitas internet seperti browsing, chatting, upload, dan download sesuai dengan norma yang berlaku.

Piyu juga menjelaskan ada beberapa contoh ancaman di dunia digital, seperti cyber bullying (perudungan menggunakan teknologi digital,) pornografi, dan trafficking, child abuse (tindakan yang melanggar hak anak).

Bagaimana tips berinternet sehat?

Ada beberapa cara agar kita dapat sehat dalam berinternet, seperti batasi informasi pribadi, hindari mengakses konten ilegal, cari situs dan konten positif, edukasi dan hiburan, jangan klik link sembarangan, dan manfaatkan internet untuk menunjang pengetahuan dan pekerjaan.

Narasumber kedua, Akhmad Hakim, S Kom yang menyampaikan materi tentang “Hoax dan Ujaran Kebencian”.

Menurut KBBI, hoax merupakan berita bohong atau berita tidak bersumber, dan ujaran kebencian memiliki arti tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, atau hinaan kepada orang lain.

“Kita dapan mengidentifikasi berita hoax dengan cara berhati-hati dengan judul provikatif, mencermati alamat situs tersebut, cek fakta dan keaslian foto, serta kita juga dapa mengikuti grup diskusi anti hoax,” tuturnya.

Hakim juga menambahkan, ada bentuk-bentuk ujaran kebencian yang harus kita hindari, meliputi penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, serta penyebaran hoax.

Narasumber ketiga yaitu Oka Fahreza yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”.

Apa itu budaya digital?

Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh budaya digital; meliputi sopan santun, toleransi antar pengguna, menjaga privasi, gotong royong, berpikiran terbuka, melek internet, dan menebar kebaikan di internet.

“Manfaatkan internet dan media sosial untuk aktualisasi diri, membuat konten positif, berkarya dan memberi nilai ekonomi pada media sosial kita,” pungkasnya.

Terakhir ada narasumber Aida Ramila Wati yang meyampaikan materi tentang “Internet Sehat untuk Anak Cerdas”.

Bagaimana membuat internet sehat untuk anak cerdas?

“Hal yang dapat kita lakukan agar anak-anak kita dapat melakukan berinternet secara sehat, dapat dilakukan dengan mengawasi dalam penggunaan internet, mengontrol anak dalam penggunaan internet, dan membimbing anak agar bisa mendapatkan prestasi dan hal positif di Internet,” pungkasnya. (RILIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.