19 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kalsel Alami Deflasi Pada Agustus 2021

2 min read

Kabid Statistik Distribusi BPS Kalsel Fachri Ubadiyah saat memberikan paparan

BANJARBARU – Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,09 persen pada Agustus 2021 dibandingkan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terungkap melalui rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, yang merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan ini. Dari data tersebut terjadi penurunan IHK, dari 107,82 pada Juli menjadi 107,72 di bulan Agustus.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalsel, Fachri Ubadiyah mengatakan, deflasi di Kalsel pada Agustus 2021 terjadi karena adanya penurunan harga pada beberapa indeks kelompok pengeluaran.

“Penurunan paling besar ialah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang turun sebesar 0,58 persen,” katanya.

Adapun untuk kelompok pengeluaran lain yang juga mengalami penurunan yakni kelompok pakaian dan alas kaki yang turun sebesar 0,27 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,10 persen.

Ia menambahkan, selain ada yang turun, sejumlah kelompok lain sebenarnya mengalami kenaikan harga.  Hanya saja tidak signifikan. Di antaranya, kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen; kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya naik 0,32 persen.

Kemudian, kelompok informasi, komunikasi, dan  jasa keuangan naik sebesar 0,18 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,17 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.

“Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan dibandingkan Juli 2021,” ujarnya.

Terkait komoditas, Fachri menyebut, beberapa jenis yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain: daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, angkutan udara dan ikan gabus.

“Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi ialah bahan bakar rumah tangga, pepaya, tukang bukan mandor, ikan kembung dan telur ayam ras,” sebutnya. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.