22 Februari 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

September 2021, Sektor PKB dan BBN-KB di Kalsel Naik Hingga Ratusan Miliar

2 min read

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji

BANJARBARU – Capaian realisasi penerimaan target perubahan di Triwulan III pada September 2021 khusus sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah dinaikkan menjadi Rp855 miliar atau sekitar 54,23 persen. Namun, dalam target murni Agustus lalu hanya berada pada kisaran angka sebanyak Rp753 miliar saja.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji mengatakan perubahan ini tentu dipengaruhi adanya kebijakan program keringanan sebesar 50 persen yang diberlakukan hingga 9 Oktober mendatang.

“Asumsinya adalah relaksasi penghapusan denda yang diharapkan mampu mencapai sasaran serta optimal sebagaimana target yang telah ditetapkan yakni berkisar antara Rp40 miliar – Rp50 miliar,” ujarnya, usai mempimpin rapat evaluasi pendapatan dan capaian realisasi target Tahun Anggaran (TA) 2021 bersama UPPD se Kalimantan Selatan, di Banjabaru, Kamis (9/9) kemarin.

Kenaikan pada September 2021 untuk sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ini, diakuinya memiliki tambahan diprakirakan mencapai hingga Rp100 miliar.

“Sehingga kalau dilihat dari Agustus lalu untuk target murninya jauh berbeda dengan September ini,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, mengacu pada target murni Agustus 2021 lalu, capaian target angka realisasi penerimaan pada sektor PKB sebesar 61,57 persen. Hal ini juga dipicu dengan adanya pemberlakuan keringanan tunggakan denda pajak.

Selain itu, Rustamaji menyebutkan sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) juga ikut terpengaruh. Dimana, sebelumnya capaian target murni dari penerimaan ini berada pada angka Rp542 miliar atau sekitar 53,09 persen dan kini juga mengalami kenaikan sebesar Rp552 miliar.

“Artinya ada kenaikan sekitar Rp10 miliar dari target realisasi sebelumnya. Mudah-mudahan penerapan PPKM setelah 20 September mendatang benar-benar berakhir, sehingga perputaran ekonomi juga bergerak dan nantinya ini juga mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru khususnya terkait investasi transportasi di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.