24 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemprov Kalsel Akan Segera Kembangkan Angkutan Massal Skema BTS di Banjarbakula

2 min read

BANJARBARU – Program transportasi publik Angkutan Massal Berbasis Jalan di Kawasan Perkotaan dengan Skema Buy The Service (BTS) akan segera dikembangkan di kawasan kabupaten Banjar, kota Banjarbaru, kota Banjarmasin, dan kabupaten Barito Kuala (Batola). Dengan dikembangkannya angkutan massal dengan skema BTS di Banjarbakula, maka Provinsi Kalsel menjadi provinsi ke 5 pengembangan BTS.

Hal ini disampaikan, Kepala balai pengelolaan transportasi darat wilayah XV Provinsi Kalsel Zulmardi, usai menghadiri Webinar Program Pengembangan Angkutan Massal Berbasis Jalan di Kawasan Perkotaan dengan Skema BTS “Buy The Service” di Command Center Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (9/9) sore.

Kepala BPTD wilayah XV Provinsi Kalsel Zulmardi (Kanan)

Disampaikan Zulmardi, kawasan perkotaan Banjarbakula, yang mencakup Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini menjadi satu dari lima kota di Indonesia yang bakal mengembangkan angkutan massal dengan skema BTS pada 2021.

Sekdaprov Kalsel Roy Rozali Anwar (tengah)

“4 koridor ini nantinya disiapkan 38 Bus namun nantinya dilihat dari kebutuhan Bus, kebutuhan Bis tercermin dari selang waktu yang ditetapkan jadi bisa dikurangi ataupun ditambah,” ucap zulmardi.

Zulmardi menambahkan, Konsep Program BTS sama dengan subsidi Pemerintah untuk pengembangan angkutan massal diperkotaan, kalau BRT Pengadaan Bus disiapkan oleh Pemerintah yang dioperasikan oleh BUMN dan DAMRI, dan kalau BTS Pemerintah hanya membeli pelayanan, dan Bus disediakan oleh pihak swasta yang mengikuti lelang.

“Ini memang program dari pusat dan tentunya sebelum terealisasi, pusat ingin mendengar dari Kepala Daerah dengan tujuan apakah program BTS ini tepat sasaran dan efektif apabila diterapkan di Banjarbakula. Jadi ada upaya dari Pemerintah Pusat menarik menarik perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, tapi juga dimintakan partisipasi Pemda seperti penyediaan Halte, serta kebijakan-kebijakan untuk mendorong masyarakat berpindah ke transfortasi umum,” lanjut Zulmardi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, sejak 14 Agustus 2019 lalu, Provinsi Kalsel juga sudah meresmikan dan mengoperasikan BRT Banjarbakula. keberadaan angkutan massal di Kalsel, sudah menjadi kebutuhan di masa sekarang, apalagi sebagian besar penduduk Kalsel tinggal di wilayah Banjarbakula.

“BRT Banjarbakula saat ini memiliki 11 armada untuk melayani koridor 1 rute Banjarmasin – Banjarbaru dan Koridor 2 rute Terminal KM 17 Bandara Syamsudin Noor,” ungkap Roy.

Dilanjutkan Roy, kawasan Banjarbakula dengan enam koridor memiliki potensi 1.554 penumpang per jam. Untuk itu, diperlukan armada bus 99 unit dan banyak angkutan pengumpan.

“Sejatinya bus yang diperlukan untuk melayani koridor 1 dan 2 itu sebanyak 38 unit. Jadi, penambahan armada BRT Banjarbakula sangat diperlukan,” tutup Roy. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.