18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

PPKM, Distribusi dan Ketersediaan Bapok di Kalsel Relatif Stabil

2 min read

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan  Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait diantaranya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III serta pelaku usaha baru-baru tadi.

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM pada Jumat (6/8) mengatakan, untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok (bapok) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 dan 4 di wilayah Kalimantan Selatan, pihaknya telah menggelar rakor. Dan didapati, saat ini kondisi pasokan dan ketersediaan bapok pada distributor dan pedagang besar di Banjarmasin pada bulan Juni 2021 (sebelum PPKM level 4) berbanding bulan Juli dan awal Agustus 2021, perkembangan ketersediaan sangat stabil dan aman.

“Dalam rakor, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Banjarmasin mengemukakan, bahwa kegiatan bongkar dan muat di pelabuhan Trisakti relatif stabil dan tidak terjadi penurunan yang signifikan, kapal pengangkut bahan pokok yang dari luar Kalsel, kami berikan prioritas untuk merapat dan bongkar lebih dulu, agar bisa cepat didistribusikan ke kabupaten dan kota di Kalsel, guna menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” katanya panjang lebar.

Birhasani mengatakan, salah satu pelaku usaha distributor gula koperasi “Harum Manis Bersatu” yang melaporkan bahwa pasokan dan bongkar barang berjalan lancar. Dirinya berharap jika terjadi hambatan dalam kegiatan distribusi dan bongkar-muat barang antar daerah dan antar pulau, para pelaku usaha segera berkoordinasi kepada pihak terkait, seperti KSOP Banjarmasin, Dinas Perdagangan Kalsel, dan PT Pelindo.

“Kami ingin setiap permasalahan bisa segera diatasi dan dicarikan solusi secepatnya, demi terpenuhi keperluan bahan pokok masyarakat Kalimantan Selatan,” pintanya.

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, untuk kelancaran distribusi bahan pokok (bapok) antar daerah ini perlu dijaga, karena dengan distribusi berjalan lancar, maka pasokan dan ketersediaan akan aman, otomatis hargapun akan stabil.

“Sebaliknya jika distribusi terhambat, maka pasokan dan stok barang akan berkurang, yang berakibat terjadi kemahalan harga,” tutup Birhasani. (NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.