22 Februari 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Investasi di Kalsel Kembali Bergairah

2 min read

Kepala Dinas PM-PTSP Kalsel, Nafarin.

BANJARBARU – Realisasi Investasi di Kalimantan Selatan pada triwulan kedua 2021, mempunyai besaran Rp3,25 Triliun. Dengan angka ini, maka capaian target nasional Kalsel sebesar, Rp10. 830.000.000 atau 30, 00 persen. Adapun capaian terhadap RPJMD (Usulan) sebesar Rp 10.200.000.000 atau 31,86 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kalsel, Nafarin, mengatakan bahwa pihaknya tetap optimis agar target hingga akhir tahun dapat tercapai.

“Kita harus serius dan kerja keras, serta berharap pemulihan ekonomi dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” ujarnya Rabu (4/8) kemarin.

Nafarin menyebut, gambaran perkembangan ekonomi di Kalsel bergerak membaik, diharapkan juga investasi begerak membaik.

“Jika bandingkan dengan tahun 2020, di triwulan kedua, terjadi peningkatan sebesar Rp312. 874. 760.000 atau sebesar 10,65 persen,” urai Nafarin.

Adapun jika digabung dari triwulan 1 dan triwulan 2, maka realisasi investasi di Kalsel sebesar R5.230.331.640.000 atau kurang lebih Rp5,23 triliun.

“Capaian terharap target nasional Rp.10.830.000.000 atau 48, 29 persen. sedangkan capaian terhadap RPJMD atau usulan sebesar Rp 10.200.000.000 atau 51,27 persen,” rincinya.

Nafarin menjelaskan, realisasi investasi pada triwulan kedua ini, paling banyak adalah sektor perdagangan dan reparasi yakni dengan jumlah 282 proyek (PMA 15 proyek, dan PMDN 267 proyek) dengan nilai investasi Rp76. 760.000.000.

Tertinggi kedua, yakni jasa lainnya, 67 proyek dengan nilai investasi Rp 73 miliar. Tertinggi ketiga yakni sektor konstruksi dengan total 65 proyek dengan nilai investasi Rp 13 miliar baik PMA dan PMDN.

“Jika berdasarkan lokasi paling banyak investasi ini baik PMA dan PMDN berada di Banjarmasin. Dimana untuk triwulan kedua ini saja ada 177 proyek, disusul Tanbu 131 proyek, dan sedangkan Kabupaten. Banjar urutan ketiga sebanyak 92 proyek,” kata Nafarin.

Adapun jika dilihat dari negara asal, PMA paling banyak pada triwulan kedua 2021 dari Singapura dengan 28 proyek. Disusul Malaysia, 6 proyek, dan disusul britnish Virgin islan yang tak sampai 5 proyek.

Nafarin berharap, investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai.

“Kita tetap melakukan liat kita dan stretegi dengan zoom Meeting dan melalui media sosial untuk mengeksplorasi potensi investasi di Kalsel kepada luar,” kata Nafarin.

Nafarin berujar, akan melakukan segala upaya. Salah satunya melalui promosi dan meyakinkan ke negara lain melalui kedutaan besar mereka di Jakarta bahwa berinvestasi di Kalsel sangat baik. Salah satunya juga menerapkan kebijakan kemudahan berinvestasi, dengan mempercepat persyaratan dan perizinan yang ada. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.