22 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Webinar Literasi Digital Tanah Laut; Waspada Pinjaman Online Ilegal

2 min read

TANAH LAUT Kemajuan perkembangan di era digital membuat banyak dampak masyarakat, ada yang berdampak positif maupun negatif, maka dari itu masyarakat harus pandai memilah agar terhindar dari era digital yang banyak membawa dampak negatif.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Menjadi Masyarakat Paham Literasi di Era Digital’ di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (27/7/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Bupati Tanah Laut Drs. H Sukamta, ini menampilkan sejumlah pembicara yang kompeten.

Diskusi ini dipandu Shabrina Anwari dengan menghadirkan narasumber pertama Dr. Tongam Lumban Tobing, SH. LL.M. Ia menyampaikan materi yang bertema “Waspada Pinjaman Online Ilegal”.

“Saat ini pinjaman online menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan beberapa masyarakat di kota-kota besar,” ujar Tongam

Tongam menyampaikan beberapa penyebab utama pelaku pinjaman online yaitu dengan mudahnya membuat sebuah situs maupun website dan lokasi server yang banyak ditempatkan di luar negeri.

Begitu juga dengan penyebab utama korban pinjaman online yaitu, tingkat literasi masyarakat yang masih rendah dan kesulitan masalah keuangan sehingga mereka tanpa pikir panjang melakukan pinjaman illegal.

“Sebenarnya pinjol dapat membatu masyarakat kecil asalkan meminjam dengan pinjaman online yang legal,” ujar Tongam.

Ada beberapa tips untuk masyarakat saat melakukam pinjaman online dengan aman yaitu:

  1. Meminjam kepada pinjaman online yang telah terdaftar di OJK
  2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan
  3. Pinjam untuk kebutuhan yang produktif
  4. Memahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda, dan resikonya.

Kemudian ada materi menarik dari nara sumber ketiga yaitu Indira Salsabila yang menyampaikan tentang Budaya Digital.

Indira menyampaikan ada beberapa poin agar menjadi warga digital yang pancasilais, yaitu:

  1. Harus berpikir positif
  2. Meminimalisir Unfollow, unfriend, dan block agar menghindari echo cumber dan fikter bubble
  3. Gotong royong kolaborasi kampanye literasi digital

Lalu Indira menyampaikan ada beberapa tantangan budaya bermedia digital, salah satunya menipisnya kesopanan dan kesantunan budaya Indonesia dan berkurangnya toleransi perbedaan budaya.

“Warga Indonesia harus mengubah cara menyampaikan pendapatnya di dunia digital, karena menurut penlitian microsoft Indonesia merupakan netizen tidak sopan se asia pasifik,” ujar Indira.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.