15 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Pahami Positif Negatif Internet dengan Literasi Digital

2 min read

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Pahami Positif Negatif Internet dengan Literasi Digital

BANJAR – Membanjiri ruang-ruang digital dengan konten positif, menyerukan kesejukan dan perdamaian di ruang digital, kata Presiden Jokowi saat membuka webinar “Mudahnya Dunia Digital dengan Literasi Digital”, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (27/7) pagi.

Program Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 menuju Indonesia Makin Cakap Digital digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) RI kerjasama dengan Siberkreasi.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur, SI Kom mengajak semua lapisan masyarakat melek digital, menuju Kabupaten Banjar makin bijak dengan literasi digital.

Nara sumber pertama, Angger Alfi Zakki, SME Sales Channel at Blibli (East Indonesia Region) mengupas bahasan “Fahami dan Kenali Rekam Jejak di Era Digital”.

Bagaimana kita memanfaatkannya, buka seorang creativepreneur ini. Jejak digital itu diantaranya, belanja online, apa yang kita cari atau tulis di kolom searching, like atau status dan video yang diuploud apa saja, semua itu terekam akan menjadi jejak digital.

“Ada yang aktif dan ada yang pasif. Yang aktif kita ciptakan secara sengaja, pasif kebalikannya,” kata Malik. Jejak digital aktif diantaranya membuat akun media sosial, posting foto, komentar, mengisi form di website.

ejak digital ini mencerminkan siapa diri kita. “Makanya harus hati-hati, karena menjadi potret diri kita,” kata direktur PT Putra Jaya Indonesia. Seperti halaman atau beranda YouTube, akan menawarkan apa yang sering dibuka. “Karena itu perilaku kita melihat video di YouTube, jadinya terbaca oleh google,” kata Zakki.

Nara sumber kedua, Soraya Ghyna Adani, berkenalan dengan artificial inteligence (kecedrasan artifisial). Disrupsi teknologi 4.0, saat ini data adalah new oil, bahkan lebih berharga dari minyak.

“Indonesia itu danau data (Data Lake), lebih besar dari eropa barat, atau setara 11 negara di eropa,” kata Riza, Ketua Umum Starup Borneo Foundation.

“Sering selfi, wajah kita sudah direkam dan disimpan di danau data, seperti contoh di FB wajah kita sudah dikenali,” kata Ketua Komite Starup Kalsel ini.

Berikutnya narasumber Desy Arfianti menyampaikan materi Digital Safety: Jurnalistik Untuk Menulis Di website, Blog dan Bahasa Untuk Para Youtuber/Vloger.

Terakhir Soraya Ghyna Adani, selaku ‘Key Opinion Leader’ pada webinar kali ini menyampaikan materi Digital Skill : Pentingnya Memiliki Digital Skills Di masa Pendemi COVID-19. (RILIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.