27 Juli 2021

BPSBP Disbunnak Kalsel Duduki Peringkat Pertama Versi Analisis Kajian Menuju BLUD

2 min read

Ketua Tim Peneliti Khusus Kajian BLUD dari Balitbangda Kalsel, Maliani (kanan) dengan didampangi anggotanya, Dewi Siska (kiri).

BANJARBARU – Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama untuk analisis kajian menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ketua Tim Penelitian khusus Kajian BLUD dari Balitbangda Kalsel, Maliani mengatakan sesuai intruksi dari Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar meminta untuk dilakukan perangkingan.

“Dari hasil ini, kami diminta untuk merangkingkan UPTD mana yang prioritas dan paling unggul,” ujarnya kepada Abdi Persada FM di ruang kerja peneliti Balitbangda Kalimantan Selatan, Senin (19/7) siang.

Dari hasil analisis, ia menyebutkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Provinsi Kalimantan Selatan diketahui memenuhi persyaratan berdasarkan empat kriteria yang dikaji.

“Dengan statistik sederhana, skornya berdasarkan empat kriteria baik rencananya bisnis, sarana prasarana, keuangan serta peraturan kebijakannya itu paling tinggi memang ada di BPSBP Disbunnak Kalsel,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Tim Peneliti khusus kajian BLUD dari Balitbangda Kalsel, Dewi Siska mengungkapkan meski memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Akan tetapi, perubahan statusnya itu tidak terintervensi dari dinas induk atau SKPD yang menaunginya.

“Jadi, intervensi mereka memang tidak ada. Namun, beberapa UPTD mau jadi BLUD harus ada intevensi dari pemerintah daerah (pemda) berupa sarana ditingkatkan, sedangkan BPSBP Kalsel ini berani maju walaupun tidak terintervensi dan layak, itu lah yang menjadi nilainya tinggi,” ucapnya.

Dari 13 UPTD, peringkat tertinggi yang berpotensi menerapkan PPK-BLUD didapatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) dengan nilai 4,56, peringkat kedua diraih oleh Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdag Kalsel sebesar 4,27.

Adapun untuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Hasan Aman Banjarmasin menempati peringkat ketiga dengan perolehan nilai sebanyak 4,05. Sedangkan, khusus bagi Laboratorium Kesehatan (Labkes) berada di posisi keempat dengan total skor 3,97 serta posisi kelima dipegang oleh UPTD Kebun Raya Banua dengan raihan skor sebanyak 3,85. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?