22 Februari 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Disdag Kalsel Imbau Pembeli Dan Pedagang Disiplin Prokes

2 min read

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani.

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, mengimbau seluruh pembeli dan pedagang agar semakin disiplin protokol kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM baru-baru tadi, biasanya menjelang hari raya Idul Adha H-1, para
pengunjung baik di pasar tradisional, ritel modern, akan mengalami peningkatan untuk berbelanja, dengan demikian semuanya harus disiplin protokol kesehatan, terutama tidak berkerumun dalam membeli namun secara bergantian. Bagitupun pedagang semakin taat prokes, yaitu pakailah masker dengan benar, jangan diturunkan ke bawah dagu. Selain itu pengelola pasar juga harus memperhatikan tempat untuk mencuci tangan, mulai dari menyiapkan air beserta sabunnya.

“Kita tidak ingin terjadi klaster COVID-19, baik
pasar tradisional dan ritel modern, dengan demikian Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota setempat, harus rutin melakukan pengecekan ke lapangan,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, meski dua Provinsi Jawa dan Bali, sedang menerapkan
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli mendatang, untuk seluruh ketersediaan bahan pokok tidak mengalami kendala, begitupun harganya masih stabil dipasaran.

“Kami menilai, mulai dari gula pasir putih, minyak goreng, bawang merah dan putih, cabe merah, ayam ras dan telur, semuanya tersedia dan tidak ada naik harga, sehingga masyarakat diminta tidak menimbun bahan pokok,” katanya.

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, terkait biasanya menjelang hari raya idul adha, digelar pasar murah di seluruh Kabupaten dan Kota, hal itu sudah dilaksanakan. Namun sebelum digelar haruslah mendapatkan persetujuan tim gugus tugas COVID-19.

“Pasmur digelar wilayah yang berzona hijau, sedangkan bagi daerah yang sebagian masih berstatus zona orange, pihaknya akan tunda bahkan dialihkan, karena tidak ingin terjadi klaster akibat pasar murah,” tutupnya.

Birhasani berpesan, meningkatkan angka kasus COVID-19, para pembeli dan pedagang, juga harus menjaga kondisi imunitas tubuh, kalau tidak sehat, hendaklah tidak berbelanja baik ke pasar dan ritel modern, lebih baik mengurangi mobilitas di rumah masing-masing. (NHF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.