22 Februari 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Ketersediaan Hewan Kurban di Kalsel Melebihi Prediksi Permintaan

2 min read

Kadisbunnak Kalsel, Suparmi meninjau hewan kurban. (Sumber foto Disbunnak Kalsel)

BANJARBARU – Jelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 H, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan hewan kurban cukup untuk kebutuhan masyarakat di Banua, meski permintaan diprediksi akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengatakan, ketersediaan sapi di Kalsel hingga Juni 2021 mencapai 14.810 ekor.

“Prediksi permintaan tahun ini ada diangka 13.763 ekor,” ujarnya Kamis (8/7).

Permintaan hewan kurban ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah sekitar 12.512 ekor atau mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Suparmi berujar, untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kabupaten/kota.

“Nanti juga Bapak Pj (Gubernur Kalsel) akan bersurat kepada Bupati dan Walikota untuk imbauan pengawalan kesehatan hewan kurban di masa pandemi COVID-19,” katanya.

Selain itu, Suparmi menyebut, terus melakukan koordinasi dengan perhimpunan dokter hewan Indonesia cabang Kalsel untuk memeriksa kesehatan hewan kurban dengan cara turun langsung ke lapangan baik sebelum maupun setelah dipotong.

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan kurban saat tahun ini jelasnya, juga masih diharuskan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi pandemi COVID-19.

“Sebaiknya pemotongan dilaksanakan di rumah potong bagi yang punya fasilitas. Kalau tidak, pemotongan hanya melibatkan panitia. Kemudian dagingnya sebaiknya diantar, sehingga tidak ada kerumunan,” tegasnya.

Selain jenis hewan sapi, untuk jenis hewan kurban lainnya juga dipastikan aman, dengan perkiraan permintaan sebanyak 2.090 ekor kambing, 468 ekor kerbau serta domba sebanyak 14 ekor.

“Untuk pemenuhan daging sapi di Kalsel, selain dari lokal Kalsel, juga didatangkan dari  Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.