24 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Indonesia Makin Cakap Digital: Paman Bakso Sekarang Bisa Pasang QR Code

3 min read

BANJARBARU – Literasi digital adalah kerja besar. Perlu dukungan semua pihak, tidak hanya kerja pemerintah.

“Gerakan literasi digital ini harus terus menggelinding, menjadi bola salju, membesar, sehingga seluruh warga Indonesia melek dan bisa mengakses ruang digital,” ujar Presiden Jokowi saat membuka webinar “Menjadi Produktif Melalui Dunia Digital” Indonesia Makin Cakap Digital, di Kota Banjarbaru, yang dimoderatori, Reza Rahman, pada Selasa (6/7/2021) pagi.

Bagaimana cara kita berinvestasi online? Aman dan Nyaman?

Ahmed Tessario Ekanuramanta, CEO Sirtanio Organik, menyampaikan cara aman berinvestasi online. 

“Bagaimana kita memanej risiko, bukan menghindari risiko,” ujar Tesar di awal webinar.

Yakni Online investasi. Yaitu adalah penanaman modal dan aset untuk suatu produksi, dan  menghasilkan keuntungan jangka panjang. Beberapa yang terkenal di dunia digital saat ini, salah satunya adalah reksa dana.

“Kita menitipkan uang kita ke manajeman investasi, dan banyak pemula yang memulai dari reksa dana”, jelasnya.

Selanjutnya Tesar menjelaskan soal P2P atau Peer to Peer Lending.

“P2P itu mudahnya adalah urunan modal. Keuntungan setahun bisa 12-16% setahun,” kata Tesar.

Selanjutnya Tesar juga membahas soal Saham. Yakni memberikan investasi ke perusahaan yang sudah terdaftar di OJK dan bursa saham.

Selain itu ada pula tabungan emas online.

“Bisa membeli emas secara online, emas yang kita beli disimpan oleh mereka,” kata Tesar.

Selanjutnya adalah Forex (Foreign Exchange), yang diketahui  paling berisiko dalam investasi online.

“Banyak yang kaya dari Forex, banyak juga yang miskin dari sini,” tambahnya.

Terakhir, Tesar menjelaskan soal Surat Berharga Negara (SBN), mulai daei Sukuk, ORI dan lain-lain.

“Yang paling penting pilihlah instrumen investasi yang sudah terdaftar atau sudah diakui OJK,” ingat Tesar.

Sementara itu, Nanang Tri Hadisaputra, Shalokal Group, menghadirkan tema “Medsos Rekening Berjalan Anda, Medsos Juga Pusat Wawasan Informasi Anda. Salah satu strateginya adalah  berjualan di media sosial, caranya bisa menjual punya kawan atau punya kita sendiri.

“Ada target marketing atau pasar produk kita. Kita bisa buat grup FB atau Ig produk khusus kita itu,” kata Nanang.

Anggota grup itulah yang bisa menjadi konsumen produk. Tampilan unik dan menarik.

“Website atau akun medsos kita adalah toko online kita. Buat atau sediakan foto dan video semenarik mungkin di dalam website atau akun medsos toko online kita,” beber Nanang.

Nanang juga mengintatkan, untuk selalu update foto dan video di website atau akun medsos. karena itu selalu ditunggu pembeli atau calon konsumen.

Nara sumber lainnya, Hasan Askari, CEO and Founder of PT Ace Human Resource mengatakan, ada empat jalan memilih pekerjaan di dunia digital saat ini.  Yakni enterpreneur, professionals, freelancer dan sosial worker.

“Freelancer, dibayar lepas dengan ikatan waktu atau ikatan perusahaan tertentu. Contohnya adalah  kata fotografer. Semakin jago semakin besar bayarannya dimata klien,” kata Hasan Askari.

Hasan menekankan, bahwa yang membedakan orang dibayar mahal, itu adalah kapasitas orangnya.

“Sejauh mana expertnya orang itu dalam bidangnya. Seperti pekerjaan di dunia digital, desain grafis, videografer, copywriter (penulis). Menjadi expert sebagai freelancer bisa semua didapatkan di ruang digital atau internet semuanya. Tinggal kita memilih yang mana, entertaiment atau education,” tambahnya.

Sementara itu, Andi Riza Syafarani, konsultan IT, Direktur PT Jawara Data Indonesia membahas  soal jenis-jenis transaksi digital. Yakni uang elektronik sebagai alat tukar berdasarkan ketentuan resmi dari Bank Indonesia, ada juga uang digital.

“Nah uang digital adalah produk atau komoditas, bukan alat tukar, contoh Bitcoin, cuma secara kenyataannya di dunia digital bisa dipergunakan,” kata Andi Riza.

Ada juga saat ini, virtual account, yang digunakan sebagai rekening penerima pembayaran untuk transaksi yang sudah ditentukan. Kemudian ada QR Code atau QRIS (dibaca kris) yang dapat menyimpan data, dan harus dii-scan memakai handphone untuk mengeluarkan data-data.

“QR Code bisa dipakai bayar berbagai aplikasi pembayaran, QRIS sekarang dipakai siapa saja, seperti paman tukang bakso pun bisa menggunakan QR Code di gerobak jualannya,” kata Andi Riza.

Penggunaan QR Code naik di UMKM saat ini. Transaksi di era digital lainnya adalah internet banking (i-Banking) dan mobile banking (m-Banking). Juga ada bank digital yang menawarkan kemudahan sekaligus hal negatifnya.

“Bank digital tidak punya kantor cabang, CS-nya mengandalkan online, ini yang mungkin akan jadi masalah ke depan. Kelebihan-kelebihan bank digital juga banyak. Harus ada ada aturan jelas dari OJK, transaksi-transaksi seperti ini harus diatur lebih lanjut ke depannya, agar tidak merugikan kita sebagai konsumen,” kata Andi Riza. (ADV/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.