19 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Belajar Berinternet Sehat dengan Literasi Digital

3 min read

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Belajar Berinternet Sehat dengan Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Senin (5/7/2021) pukul 10.00 Wita.

Pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 77% lebih dari keseluruhan penduduk. Hal ini menjadikan dasar dari salah satu visi utama Joko Widodo, Presiden RI, yaitu pembangunan sumber daya manusia bertalenta digital.

Salah satu program yang dibentuk oleh Kemenkominfo berkolaborasi dengan Siberkreasi adalah Literasi Digital berbentuk webinar. Pada Senin (5/7/2021), kota Banjarmasin menjadi peserta untuk webinar yang dimulai dari jam 10 pagi dengan dipandu oleh host Shabrina Anwari.

Secara resmi webinar dibuka oleh H Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin. Beliau mengatakan, “Saya mendukung sepenuhnya literasi digital agar masyarakat Indonesia melek internet, jangan sampai ada rakyat Indonesia yang tidak memahami dunia internet. Kota Banjarmasin sangat berfokus untuk meningkatkan ekosistem digital karena termasuk wilayah perkotaan, maka Banjarmasin 100% sudah terjangkau akses internet,” ujarnya.

Pemateri pertama Windy Oktanaria – Accountant At PT. Paragon Technology and Innovation menyampaikan materi “Cyber Safety”. Ia memaparkan bahwa Cyber/Internet Safety adalah bentuk keamanan saat kita mengakses internet.

“Setiap bulan februari, dunia memperingati hari cyber safety,” ucapnya memberitahu.

Windy juga memberikan alasan memerlukan internet sehat karena internet belum ada aturan yang ketat. Maka inilah alasan tentang dibentuknya program INSAN (Internet Sehat dan Aman) pada tahun 2013 dari pemerintah yang berbentuk sosialisasi, roadshow, dan forum diskusi melibatkan masyarakat dan stakeholder.

“Konten negatif, pornografi, perjudian, penipuan, pelecehan, pencemaran nama baik, cyberbullying, dan berita hoax,” kata Windy membeberkan dampak-dampak negatif dari internet.

Terkait hal itu, Windy memberi tips menjalankan internet sehat dan aman, yaitu :

1. Menjaga agar informasi pribadi tetap profesional dan terbatas

2. Pilih kata sandi yang kuat

3. jangan sembarang berkirim pesan dan think before posting

4. Jangan pernah memberikan komentar bullying ke orang lain

5. Berhati-hatilah dengan siapa anda bertemu di dunia maya, dan

6. manfaatkan internet untuk belajar, berkreasi dan berprofit.

“Kita harus jadi orang yang informatif tapi tidak menyebar berita bohong,” tambahnya.

Sementara pemateri kedua, M Irfan Islamy MPd, Akademi UIN Antasari dan Founder Increase, memaparkan materi berjudul “Sukses belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”.

Irfan memberikan 7 trik untuk para siswa dan mahasiswa saat belajar online. Yakni paham literasi digital (melek digital), kreatif, inovatif, kolaboratif, dan maksimalkan strategi, ketiga Motivasi, manajemen waktu, dan kemandirian, serta aktif.

“Yang keempat yang harus disadari adalah meningkatkan skills dan belajar bersama berbenah (sarana prasarana), kelima fokus pada materi penting dan hindari menuntaskan materi, keenam have fun dan nikmati, dan ketujuh ikhtiar dan doa,” tegasnya.

Pemateri ketiga, Ira Setiana Khairunnisa SPd, selaku Certified Read Alouo Trainer dan Content Creator, menjelaskan tentang “Bahaya Pornografi pada Anak”.

Ira menjelaskan bahwa anak-anak otaknya masih dalam proses perkembangan, jika terlalu dini memberikan gadget maka akan memberikan stimulus negatif terhadap perkembangan otak itu.

“Jika stimulus itu terus diberikan maka bisa menyebabkan kecanduan, merusak otak, dan membuat anak ingin mencoba atau meniru,” ujarnya.

Ira memberikan tips agar anak tidak kecanduan pornografi.

1. Orangtua harus selalu membersamai tumbuh kembang anak

2. Pemenuhan imajinasi dari 1-10 tahun

3. Mengenalkan dunia nyata

4. Pendidikan seks sejak dini

5. Diskusi dan menghargai pendapat anak

6. Awasi dan batasi penggunaan gadget

7. Memasang aplikasi pengaman pada gadget

8. Mengenali teman dan lingkungan di sekitar anak.

Mansyur SPd MHum, seorang dosen di FKIP ULM juga memberikan sharing tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Transformasi Digital”.

Mansyur menjelaskan budaya online sudah banyak sekali menggeser budaya offline. “Pergeseran ini mempengaruhi waktu, konten, pengaturan, pesan suara, pesan surat, pangkas jarak, dan pesan terkirim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pergeseran budaya disebabkan oleh media siber dan konten yang tersaji di website. “Budaya maya ini akhirnya berubah persepsi, pertukaran, cyberculture, persepsi budaya, dan ruang maya,” jelasnya.

Mansyur juga mengkritik media yang semakin diritualkan. Apalagi orang yang berlomba-lomba ingin menjadi terkenal melalui di dunia maya. “Seolah-olah konten menjadi ritual,” kritiknya.

Namun, banyak sekali sisi positif dari perubahan budaya digital ini. “Regulasi Bahasa yang semakin kaya, basis bisnis yang semakin kreatif, kolaborasi berbagai bidang, serta mudahnya memperkenalkan budaya lokal ke global,” jelas Mansyur. (RILIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.