27 Juli 2021

Dinas PMD Kalsel Dorong BUMDes Kelola Bisnis Pertashop

2 min read

Desain Pertashop

BANJARBARU – Untuk membangkitkan penghasilan dan pelayanan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel mendorong BUMDes untuk ikut berbisnis dalam mengelola Pertamina mini (Pertashop).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel Zulkifli, Kepada Abdi Persada FM belum lama tadi.

Kepala Dinas PMD Prov Kalsel Zulkifli

Disampaikan Zulkifli, agar setiap BUMDes di Kecamatan dapat meningkatkan penghasilan mereka, selain usaha-usaha yang dilakukan seperti Penyewaan Traktor, Perkakas pernikahan, dan lainnya. Pihaknya mendorong BUMDes untuk mengikuti ataupun mengelola bisnis Pertashop. Dengan adanya Pertashop maka penghasilan setiap BUMDes akan meningkat.

“Kami juga mendorong BUMDes yang ada di desa-desa untuk mengikuti ataupun mengelola bisnis Pertashop, karena sebagai usaha yang memberikan penghasilan dan pelayanan kepada masyarakat yang susah mendapatkan BBM bisa terlayani dengan baik,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, untuk mendirikan Pertashop, setiap BUMDes harus menyisihkan penghasilan mereka yang didapat dari anggaran-anggaran desa untuk penyertaan sebagai modal membangun Pertashop.

“Pemerintah Provinsi Kalsel sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk memungkinkan Pertamina memberi kemudahan didalam usulan-usulan pembentukan pertashop,” lanjut Zulkifli.

Pertashop merupakan sebuah bisnis yang menjanjikan, sehingga diharapkan BUMDes disetiap Kecamatan juga ikut mengambil peran didalam pendistribusian BBM di Kalsel.

“Saya perkirakan 10 tahun kedepan kita masih bergantung kepada BBM, bbm dibutuhkan sebagai kebutuhan sehari hari terutama dalam hal transportasi, Jadi bumdes diharapkan juga memasuki bisnis-bisnis seperti ini,” lanjut Zulkifli.

Zulkifli mengungkapkan, saat pihaknya memberikan bantuan kepada sejumlah BUMDes di beberapa Kecamatan, pihaknya selalu mengundang Pihak Pertamina sebagai salah satu Narasumber sehingga dapat membuka wawasan pengelola BUMDes untuk ikut dalam bisnis pembuatan Pertashop.

“Untuk memulai usaha Pertashop BUMDes perlu memiliki modal kira-kira sebesar Rp.200 juta. Ini jumlah yang sedikit mengingat keuntungan yang didapatkan setelahnya,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?