14 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kasus Melandai, Kalsel Gelar Rakor Strategi Pengendalian COVID-19 Untuk Dorong Perekonomian

2 min read

Pj gubernur (tengah) saat memimpin rakor pengendalian COVID 19 di Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dalam rangka upaya pengendalian COVID-19 dalam bidang usaha perekonomian.

Rapat yang dipimpin langsung Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA tersebut, juga diikuti Forkopimda Kalsel, Bupati/Walikota, pelaku usaha serta SKPD lingkup Pemprov Kalsel terkait, bertempat di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, pada Rabu (16/6).

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA mengatakan, penanganan COVID 19 adalah hal utama, karena kesehatan masyarakat. Namun penanganan ekonomi juga tidak kalah penting untuk diprioritaskan.

“Maka dari itu, kita harus melakukan istilah yang disebut dengan gas dan rem. Kita harus tepat mengambil langkah dimana saat menginjak gas untuk pertumbuhan ekonomi dan kita juga harus tahu saat dimana kita harus menginjak rem,” kata Safrizal.

Safrizal menjelaskan, jika suatu daerah risiko angka penularannya dikatakan rendah, maka akan dilakukan gaspol untuk mengejar ketertinggalan.

“Akan tetapi agar kita bisa gas terus-menerus kita juga harus menciptakan kondisi yang terkendali,” jelasnya.

Safrizal menambahkan, situasi gas dan rem ini merupakan gerakan bersama, dan tidak bisa sendiri-sendiri.

Dikatakannya tahun 2020 kemarin ekonomi Kalsel tertekan cukup dalam yaitu minus 1,8 persen, namun ada peningkatan,  seperti data bulan lalu menjadi minus 1,25 persen, tapi masih minus.

“Jadi tujuan rakor kita hari ini dalam rangka nge gas, namun dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi, pelaku ekonomi juga harus mendukung penerapan protokol kesehatan, pengusaha harus menemukan cara dan solusi agar tetap bisa melakukan kegiatan usaha namun protokol kesehatan tetap terlaksana dengan ketat,” harapnya.

Sementara mengenai sektor perekonomian mana yang harus benar-benar dimaksimalkan,  Safrizal mengungkapkan, untuk sektor pertanian dan pertambangan akan dilakukan gaspol karena dinilai berisiko rendah.

“Beda halnya dengan sektor yang paparan sinar mataharinya banyak. Tingkat penularaannya sedikit lebih rendah karena tertolong dengan adanya sinar matahari langsung, jadi tinggal penerapan prokes bisa langsung gaspol. Contohnya seperti sektor pertanian dan pertambangan, jadi sektor apa yang paparan sinar mataharinya banyak, harus digenjot atau digaspol,” tandasnya.

Safrizal juga berpesan agar seluruh Kepala Daerah di Kalsel untuk bekerjasama dan tidak ada yang ditutupi.

“Kepada seluruh bupati/walikota bahkan kepala dinas yang memangku ekonomi harus terbuka, tolong tidak ada yang disembunyikan, kita fight bertarung bersama demi Kalimantan Selatan,” tutup Safrizal.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar dalam laporannya mengatakan, rakor ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,serta mendiskusikan bagaimana kebijakan pemerintah dapat disinergikan dengan pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Jangan sampai nantinya apabila ekonomi membaik, COVID-nya juga naik. Jadi bagaimana caranya ekonomi naik dan COVID menurun,” pungkas Roy. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.