6 Desember 2021

Cegah Klaster Penyebaran COVID-19, Disdikbud Kalsel : PTM Harus Dikaji

2 min read

Kepala Disdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi

BANJARBARU – Khawatir dengan klaster penyebaran COVID-19. Pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk satuan pendidikan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan akan dikaji terlebih dahulu hingga layak digelar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammad Yusuf Effendi mengatakan meski mengacu pada peraturan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri. Tetap saja, penyelenggaraan PTM harus disesuaikan dengan izin serta rekomandasi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

“Kemendikbud memang ada mendorong agar PTM bisa digelar termasuk aspirasi yang berkembang di masyarakat untuk dilaksanakannya kegiatan yang sama. Dalam kaitan ini pula, kami tidak bisa secara sepihak untuk langsung mengizinkan atau memberikan rekomendasi terkait sekolah tatap muka,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (8/6).

Tetapi ia menyebutkan langkah-langkah atau upaya menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap bakal dipersiapkan.

“Bukan dari artian setuju, tapi persiapan harus kami lakukan. Sebagaimana yang pernah disebutkan, agar satuan pendidikan itu bisa melaporkan paling tidak ada beberapa hal untuk menjadi referensi pembahasan menjelang pelaksanaan PTM di Kalsel,” ungkapnya.

Tentu, lanjut Yusuf syarat utama agar bisa digelarnya sekolah tatap muka adalah penerapan protokol kesehatan, kesiapan ruangan hingga izin dari orang tua/komite sekolah.

“Termasuk zonanya, diketahui sekolah itu berada di wilayah apa. Bahan-bahan tadi harus disampaikan ke Dinas dan untuk data jumlah total keseluruhan siswa bisa dicari dapodik,” paparnya.

Dari 364 satuan pendidikan, dirinya pun menuturkan hanya 78 sekolah yang baru melaporkan untuk bersiap melaksanakan PTM.

“Kami imbau apabila belum menyampaikan laporan maka tentu tidak memperkanankan untuk menggelar PTM,” ungkapnya.

Setelah dilakukannya imbauan secara berkala maka kembali bertambah menjadi 100 dan data terakhir menyebutkan ada sekitar 200 lebih sekolah yang telah melampirkan laporan permohonan untuk bisa menggelar tatap muka.

“Artinya kurang lebih 60 persen lah dan tinggal 40 persen lagi,” ucap Kadisdikbud Kalsel, Yusuf Effendi.

Selain mengajak Koordinator pengawas, Disdikbud Kalsel juga bakal menggandeng Dinkes dan Dishub Kalsel untuk membantu memitigasi akurasi keamanan terkait kesiapan PTM di 364 satuan pendidikan.

“Kami bahas dulu secara internal di dinas. Kemudian dari hasil kajian atau analisis itu yang mana memungkinkan atau tidak, kita naikkan lagi ketingkat atas dengan melibatkan berbagai stakeholder lainnya seperti PGRI maupun dengan Satgas Penanganan COVID-19 Kalsel dan harus mendapatkan persetujuan dari Gubernur Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?