28 November 2021

Kasus COVID-19 Melandai, Kalsel Tetap Perpanjang PPKM Mikro

2 min read

Suasana rakor satgas penanganan COVID-19 Kalsel pada Kamis sore (03/06)

BANJARMASIN – Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan,   setelah Ramadhan dan Idul Fitri, angka kasus aktif cenderung stagnan. 

“Kecuali tanggal 24 Mei dengan jumlah kasus yang lumayan tinggi, namun beberapa hari terakhir kembali angka menjadi datar,” ungkap Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, usai memimpin Rapat Koordinasi Situasi COVID-19 di Kalsel,  sekaligus Evaluasi PPKM Mikro di Aula Kantor Gubernur di Banjarmasin pada Kamis sore (3/6).

Rapat mengundang tim satgas COVID-19, yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Kalak BPBD, serta tim pakar masing-masing bidang.

Kendati jumlah kasus positif kembali landai, Safrizal meminta masyarakat untuk tidak lengah.

“Kita harapkan angka ini bisa kita turunkan dengan terus mensosialisasikan protokol kesehatan di semua aktivitas masyarakat,” katanya.

Sebagai upaya menekan laju penyebaran COVID-19, pihaknya pun kembali menetapkan perpanjangan PPKM Mikro. Provinsi Kalsel memperpanjang PPKM Mikro untuk dua minggu ke depan, terhitung sejak 1 Juni 2021, dengan tujuan mempertahankan sekaligus berupaya menurunkan indikator utama.

Wakasatgas COVID-19 nasional ini menerangkan, indikator utama ialah angka positif. Berdasarkan data terkini, jumlah kasus positif di Banua sebanyak 2.7 persen, atau masih di bawah angka rata-rata nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, mengapresiasi keberadaan PPKM Mikro sebagai kebijakan antisipatif.

“PPKM Mikro itu sudah berjalan beberapa periode, tapi Kalsel tetap mengikuti. Kami sangat berterima kasih dengan kebijakan antisipatif yang dilakukan, apakah itu surat keputusan, edaran, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain membahas soal perpanjangan PPKM Mikro, rapat koordinasi ini juga membahas revitalisasi satgas penanganan COVID-19 Provinsi Kalsel.  Komposisi tim dan beberapa struktur diubah,  demi mempertajam fokus dan penanganan.

Selain itu, ada penambahan bidang baru, yakni Perlindungan Terhadap Nakes, yang diketuai oleh dr. Mohammad Rudiansyah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?