28 November 2021

Jembatan Hibah dari Pemerintah Pusat Diharapkan Dapat Atasi Masalah Infrastruktur

2 min read

Kepala BPJN Kalsel Syauqi Kamal (tengah) saat menghibahkan jembatan Keliling Benteng dan Lobang Baru kepada Pemerintah Kabupaten Banjar yang diwakili Sekda Kab Banjar Muhammad Hilman (Kanan)

BANJAR – Jembatan Keliling Benteng yang terletak di desa Keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat dan jembatan Lobang Baru di Desa Lobang Baru Kecamatan Pengaron, kabupaten Banjar yang merupakan pemberian dari Pemerintah Pusat diharapkan dapat mengatasi masalah infrastruktur di daerah Kabupaten Banjar. Harapan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Muhammad Hilman, belum lama tadi.

Disampaikan Hilman, pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat atas dihibahkannya Jembatan Keliling Benteng dan Lobang Baru yang baru selesai dibangun. Dengan adanya dua jembatan ini diharapkan, dapat mengatasi masalah infrastruktur terkait dengan aksesibilitas di wilayah Kabupaten Banjar yang dilintasi  banyak sungai.

“Terkait dengan aksesibilitas di wilayah Kabupaten Banjar yang dilintasi oleh banyak sungai, baik itu sungai besar dan sungai kecil di 154 desa dari 290 desa/kelurahan yang sangat membutuhkan keberadaan jembatan yang mendukung untuk kelancaran arus barang dan jasa untuk pertumbuhan ekonomi dan kegiatan kemasyarakatan,” ucap Muhammad Hilman.

Hilman menambahkan, wilayah Kabupaten Banjar dipisah dengan sungai-sungai, sehingga keberadaan jembatan sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Jembatan Keliling Benteng dan Lobang Baru yang merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat,” tutup Hilman.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan Syauqi Kamal menyampaikan, Jembatan Keliling Benteng dan Lobang Baru hibah dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Banjar diharapkan dapat dipelihara sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan kedua jembatan berbahan baja yang biasanya cepat longgar pada bagian baut akibat getaran.

“Jembatannya itu jenis jembatan gantung pejalan kaki kelas II, agak kaku jembatannya ini bertujuan untuk menstabilkan apabila dilintasi,” ungkap Syauqi.

Syauqi melanjutkan, Desain jembatan sudah diperhitungkan dengan sebaik mungkin, sehingga kecil kemungkinan jembatan akan rusak tergerus oleh banjir. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?