6 Desember 2021

Pj Gubernur Kalsel : 2020 dan 2021 Tahun-Tahun Penuh Tantangan

2 min read

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA ketika menyampaikan sambutannya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal berpendapat, 2020 dan 2021 tahun-tahun penuh tantangan. Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kalimantan Selatan yang dipimpin Ketua Dewan Supian HK dan dihadiri Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Prof Harry Azhar Azis, Kamis (27/5).

Rapat Paripurna Istimewa tersebut dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BKP RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kalsel Tahun Anggaran 2020.

Oleh karena itu, sambutan Pj Gubernur Kalimantan Selatan tersebut ia beri judul “Years of Challenges” atau Tahun-tahun penuh tantangan yang menggambarkan tata kelola keuangan daerah Tahun Anggaran (TA) 2020 di tengah pandemi COVID-19.

“Begitu pula pada Tahun Anggaran 2021 pandemi COVID-19 sampai saat ini masih. Namun kita berharap terus berkurang hingga hilang sama sekali,” kata Safrizal.

Pandemi COVID-19 suatu fase yang belum ada padanannya dalam sejarah penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia maupun dunia.

Menurutnya, pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi ancaman nyata dalam aspek kesehatan masyarakat, melainkan pula berimplikasi langsung pada terkoneksinya ekonomi yang secara sistemik mempengaruhi kemampuan APBD TA 2020.

“Refocusing” anggaran yang terkuras untuk penanganan COVID-19 membawa ke persimpangan jalan.

Safrizal menjelaskan, jalan pertama menuntut daya tahan (endurance) untuk menjalankan prioritas-prioritas, baik dalam aspek penanganan pandemi COVID-19 maupun pemulihan ekonomi, sekaligus menutup seluruh celah in-efesiensi anggaran buat sepenuhnya didayagunakan sebagai instrumen bertahan di tengah badai pandemi.

Jalan kedua, lanjutnya, membuka peluang adanya penyalahgunaan anggaran yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, tanpa nurani menari di atas penderitaan rakyat, serta potensi “mal-administrasi” anggaran sebagai akibat dari situasi yang serba tidak menentu dan ketidakmampuan beradaptasi dalam perubahan.

“Alhamdulillah hari ini kita mampu membuktikan, kita telah memilih jalan pertama sebagai pilihan dalam tata kelola anggaran 2020. Tantangan kita jawab dengan performa yang penuh tanggung jawab dalam bidang keuangan daerah. Kita tidak gelap mata dan main mata terhadap pengelolaan anggaran, satu rupiah pun harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya karena memenuhi kewajiban laporan keuangan daerah,” tegasnya.

Safrizal berharap, laporan keuangan daerah 2020 kiranya jadi pemicu/pemacu untuk meraih kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagaimana Pemprov Kalsel raih berturut-turut delapan kali (termasuk yang terakhir).

“Pekerjaan Rumah kita masih membentang ke depan, akibat pandemi COVID-19 yaitu tingkat kemiskinan bertambah 0,55 persen dari 4,38 pada triwulan I 2920 menjadi 4,83 pada triwulan IV 2020,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?