28 November 2021

Anggaran Relokasi Akibat Banjir HST Masih Dihitung

3 min read

Hunian sementara (huntara) korban banjir di Desa Waki, Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah.

BANJARBARU – Penuntasan wilayah rawan bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diharapkan benar-benar tuntas ditahun ini. Selain memitigasi, relokasi pun menjadi salah satu pilihan alternatif pemerintah dalam menanggulanginya.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menyebutkan penuntasan wilayah mitigasi bencana di wilayah HST harus benar-benar diselesaikan. Termasuk Pemkab setempat diharapkan dapat menyiapkan lahan relokasinya (pemindahan).

“Dalam pemulihan pasca banjir nanti, Pemkab HST juga harus siap, terutama dalam pengadaan lahan untuk merelokasi,” katanya.

Dirinya menuturkan, segala bentuk administrasi agar bisa segera dituntaskan. Sehingga, bantuan dari pemerintah pusat mampu berjalan baik dan maksimal.

“Dukungan penuh dari pemda dan pihak lainnya sangat dibutuhkan, agar mitigasi bencana ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan selain memastikan pembangun proyek bendungan Pancur Hanau di HST bakal dilakukan. Alokasi anggaran relokasi pun menjadi perhatian.

“Saat ini, kami masih terus melakukan pendataan kerusakan apa saja yang terjadi di HST dan sedang dimasukkan kedalam rekapitulasi. Entah itu, hunian warga, sekolah, tempat ibadah, sarana prasarana dan fasilitas lainnya itu sedang digarap hingga kini,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, dia menyampaikan hingga kini stakeholder terkait seperti BPBD, Disperkim Kalsel bahkan pemerintah pusat terus melakukan penghitungan berapa luas lahan yang harus dibayarkan.

“Total luas lahan dan kawasan permukiman untuk relokasi terhadap hunian baru bagi warga HST benar-benar dihitung. Sehingga, rekapitulasinya jelas,” paparnya.

Meski tahap demi tahap dilakukan, ia mengharapkan, data-data pada 2021 yang masuk bisa dijadikan skala prioritas oleh pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan.

“Pendataan itu bukan hanya termasuk rumah rusak sedang, berat dan ringan yang alokasi dana stimulannya sudah dianggarkan melalui APBN saja, tetapi juga ada jalan, sarana prasarana tempat ibadah dan lain-lain,” beber mantan Kepala Bappeda Kota Banjarmasin.

Secara terpisah, Penjabat (Pj) Sekdakab HST, Farid Fakhmasyah mengungkapkan, terkait pemindahan lokasi kawasan permukiman warga yang dicanangkan harus segera dilaksanakan itu, ternyata diketahui sejak lama dan telah diperhitungkan oleh Pemkab HST.

“Kami sudah melakukan rapat dengan kecamatan, Dinas PUPR, Disperkim, BPBD, Dinkes dan sejumlah assisten. Untuk itu, kami terlebih dahulu akan mencoba melakukan komunikasi dan memberikan pemahaman terkait hal tersebut kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan longsor,” paparnya.

Dia menyebutkan, meski bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan disalurkan kepada masyarakat. Ditegaskannya, tidak ada lagi bangunan baru yang berdiri di atas lokasi lahan bekas terdampak bencana banjir.

“Memang bantuan dari BNPB melalui alokasi dana itu telah dihitung anggaran sebesar Rp50 juta untuk rusak parah, Rp25 juta rusak sedang dan ringan sekitar Rp10 juta. kami pun menghimbau apabila seandainya ada pembangunan ulang kembali diintruksikan tidak didaerah rawan bencana banjir itu,” ungkapnya.

Farid menuturkan, baik desa maupun masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai besar diimbau secara sukarela bersedia untuk pindah ke lokasi tempat yang lebih aman dan jauh dari bencana banjir.

“Apabila ada cuaca yang sangat ekstrim maka itu akan berdampak lebih lagi. Maka untuk meminimalisir hal itu, diharapkan supaya masyarakat mau berpindah ke tempat yang kami anggap lebih aman,” imbaunya.

Ditempat yang sama, Kabid Perumahan dan Permukiman Disperkim HST, Syafaat mengutarakan, sekitar dua hektar lahan baru di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST telah disiapkan dan tinggal menunggu persetujuan dari Bupati.

“Hal ini berdasarkan hasil musyawarah bersama dengan aparat desa, camat beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Adapun rencana Pemerintah Kabupaten HST untuk merelokasi wilayah hunian permukiman warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai tersebut. Dimana, Terdapat ada tiga lokasi alternatif yang dipastikan aman dari bencana banjir.

“Yakni Rt. 03 dan 04. Dengan pertimbangan utama tidak jauh dari tempat ibadah dan kawasan perkebunan. Lahannya juga lebih tinggi dan jauh dari jangkauan banjir,” ucapnya.

Setelah dilakukan tahap verifikasi penyelesaian data. Maka, pemerintah akan membentuk tim pendamping, teknis bantuan, sosialisasi dan tim bantuan stimulan.

“Alhamdulillah, sekarang ini sudah masuk ketahap uji public. Semoga secepatnya juga mendapatkan dana stimulan realisasi hunian teta dari pusat bisa segera terelisasi,” pungkasnya.

Hingga kini, ratusan warga terdampak akibat banjir dibeberapa titik kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dipastikan masih menempati hunian sementara yang dibangun oleh pemerintah kabupaten setempat. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?