6 Desember 2021

Kalsel Terima Dana Bantuan Dari Pusat 66 M

2 min read

BANJARBARU – Kalimantan Selatan menerima dana stimulan sebesar 66 miliar rupiah bagi 3.942 bagi  masyarakat, dari total anggaran bantuan itu diperuntukan untuk masyarakat  terdampak banjir di 5 Kabupaten/ kota.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Rifai, saat rapat koordinasi finalisasi penyaluran bantuan perumahan akibat bencana banjir Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Gubernur Kalsel, Rabu (19/5).

Rifai  mengapresiasi karena Kalimantan Selatan siap menerima bantuan dana stimulan tersebut untuk daerah yang masyarakatnya terdampak banjir pada awal 2021 kemarin dengan fasilitasi dana operasional APBD.

“Kalimantan Selatan sudah memberikan fasilitasi yang luar biasa, karena belum banyak daerah melakukan dan baru Kalsel yang menginisiasi penyelenggaraan ini dengan pembinaan dana pendamping daerah,” katanya.

Saat ini menurutnya, dari 12 kabupaten kota yang diusulkan baru 5 daerah yang dapat direalisasi rekontruksi infrastruktur dan pemukiman.

“Dari data ada 3.942 yang menerima alokasi anggaran dari pembiayaan 66 miliar tersebut, dan saya ingin memastikan ini segera dilakukan penyusunan teknis karena waktunya penyelenggaraannya sangat singkat yakni paling lama 2-3 bulan, serta akan kita kawal dengan baik, yang menerima rumah benar-benar yang berhak,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar mengatakan, dana stimulus bagi Kalsel ini merupakan tahap pertama dan untuk memastikan agar tata kelola dana ini bisa sesuai ketentuan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan nanti berjalan dengan baik.

“Kami akan mulai dengan menyusun juknis sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing dengan meminta  BNPB untuk membantu membuat timeline dan pengawasan, seperti minggu pertama harus melakukan apa, dan begitu juga minggu selanjutnya, sampai seluruh tahap selesai,” katanya.

Ia menyampaikan, khusus untuk dana yang telah ditransfer ke daerah itu untuk pembangunan rumah saja. Sedangkan biaya pendampingan, monitoring akan didukung menggunakan dana pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota.

“Semoga dana ini bisa kita serap secara maksimal, dan bisa berjalan dengan baik serta dirasakan masyarkat,” pungkasnya.

Adapun 5 daerah yang mendapat alokasi anggaran yakni Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Balangan. (BIRO.ADPIM-RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?