6 Desember 2021

Pimpin Rakor Kepala Daerah Se Indonesia, Ini Arahan RI 1

2 min read

Pj gubernur dan jajaran Forkopimda Kalsel saat mengikuti rakor kepala daerah se Indonesia secara virtual pada Senin (17/05)

BANJARMASIN – Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, menyimak dengan cermat arahan Presiden RI, Joko Widodo, terkait upaya menekan penyebaran COVID-19. Arahan itu disampaikan presiden, dalam rapat koordinasi kepala daerah se Indonesia, yang dilakukan secara virtual,  dan diikuti seluruh kepala daerah di Indonesia, pada Senin siang (17/5).

Pj gubernur Kalsel, mengikuti rakor virtual ini, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, yang juga dihadiri Forkopimda dan Sekda Kalsel, bersama unsur terkait.

RI 1 dalam arahannya menyampaikan,  di tahun 2021, terdata sekitar 1,4 juta pemudik. Meski jumlah itu hanya sekitar 1,1 persen dari jumlah penduduk, namun kepala daerah diingatkan tetap waspada terhadap peningkatan angka penyebaran COVID-19 pasca mudik.

“Jangan sampai ada kenaikan kasus aktif seperti yang terjadi di tahun 2020. Karena Indonesia sudah berhasil menurunkan angka kasus aktif sebesar 48,8 persen per Februari 2021 hingga Mei 2021. Karena data menunjukkan masih ada tren kenaikan angka positif di 15 Provinsi,” tandasnya.

Jokowi mengatakan, ada 4 indikator pengendalian COVID yang seluruh Kepala Daerah dan Forkopimda harus selalu pantau.  Yakni positive rate yang harus diupayakan turun, recovery rate yang harus naik, CFR (case fatality rate) atau angka kematian yang harus turun, dan rasio keterpakaian tempat tidur pasien harus di bawah 50 persen.

“Seluruh jajaran harus tahu angka-angka penting tersebut di setiap daerahnya untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga ingatkan untuk mulai berhati-hati terhadap penyebaran COVID-19 varian baru yang sudah mulai masuk di Indonesia.

“Kalau sudah ketemu orang yang  positif segera diisolasi secepatnya. Kalau sudah terlanjur kontak dengan orang lain, segera di tracing dengan siapa dia berkontak. Mumpung (jumlah positif) masih di angka yang kecil. Hati-hati,” ingat Jokowi.

Sedangkan untuk perekenomian, Jokowi mengatakan,  perekonomian Indonesia di kuartal 1 masih minus 0,74 persen.

“Target kita kuartal 2 kurang lebih harus di atas 7 persen”, harap Jokowi.

Untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal 1 sendiri, hanya ada 10 provinsi yang positif.

Jokowi mengarahkan semua kepala derah harus optimis, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi bisa positif pada kuartal 2.

Ditemui wartawan usai rakor virtual, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, memaparkan,  pertumbuhan ekonomi Kalsel termasuk yang naik namun masih belum mencapai angka positif.

Menurut Safrizal, pemprov Kalsel memiliki target pertumbuhan ekonomi sesuai target namun tetap berusaha menekan penyebaran COVID-19, hingga akhir kuartal II  tahun 2021 nanti.

“Kita tetap akan menjalankan strategi pemerintah yakni gas dan rem. Kalau COVID nya tidak terkendali kita akan injak pedal rem agar terkendali. Namun apabila COVID nya sudah terkendali, kita akan tekan pedal gas untuk membantu pertumbuhan ekonomi,” ucap Safrizal. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?