6 Desember 2021

Lonjakan Puncak Kasus COVID-19 Diprediksi Sampai Oktober 2021

2 min read

Ilustrasi grafik harian kasus COVID-19

BANJARBARU – Lonjakan kasus COVID-19 pasca mudik lebaran 2021 diprediksi bakal meningkat. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengedalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru mencatat dari Mei – Oktober mendatang penularan wabah ini masih menjadi tingkat kewaspadaan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut Kepala BBTKLPP Banjarbaru Slamet Mulsiswanto, meski hanya diprediksi. Namun, pada mudik lebaran 1442 Hijriah tahun 2021 menjadi salah alasan naiknya lonjakan kasus penularan COVID-19.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto

“Jadi, pada April – Mei kasus ini akan diprediksi mulai naik. Karena apa? Alasannya adalah mobilitas libur lebaran, bahkan, ada mudik dini sebelum hari raya Idul Fitri,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu yang lalu.

Ia menyebutkan mobilitas pasca mudik lebaran pada Mei 2021 juga diprediksi menjadi salah satu penyumbang dari penularan tersebut.

“Sehingga disitu kemungkinan mengakibatkan adanya klaster baru penularan COVID-19 contohnya mulai dari halal bihalal dan tempat wisata kecil-kecilan,” ungkapnya.

Adapun dirinya mengungkapkan bahwa pada Juni – Juli 2021 lonjakan kasus di Kalimantan Selatan dikhawatirkan akan semakin meningkat tajam. Mengingat, tingginya aktivitas masyarakat dan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi faktor utama dalam penularan tersebut.

“Karena apa, pada Juni 2021 mobilitas orang yang mudik akan kembali bekerja. Kemungkinan juga ada namanya klaster perkantoran, industri hingga pabrik. Juli mendatang, ada isu bahwa PTM akan dibuka berarti ada klaster sekolah,” paparnya.

Selain Juli, Slamet menuturkan, Agustus 2021 juga menjadi ancaman penyebaran COVID-19, meski September – Oktober mendatang kasus penularan kasus ini diprediksi mulai berangsur-angsur turun secara signifikan atau melandai.

“Untuk Agustus diprediksi stabil tapi tinggi. Hal dikarenakan adanya peringatan Hari Kemerdekaan RI. Akan tetapi, pada September hingga Oktober 2021 mobilitas masyarakat dalam beraktivitas mulai stabil,” tuturnya.

Dari total keseluruhan, BBTKLPP Banjarbaru mencatat dalam periode satu tahun ini ada 5 klaster yang menjadi prediksi penularan dari pandemi COVID-19.

“Ada klaster perkantoran, pabrik, sekolah, wisata dan halal bihalal. Insha Allah, pada November hingga Desember 2021 penyebaran COVID-19 diprediksi mulai turun seiring dengan adanya program vaksinasi yang terus dimaksimalkan oleh pemerintah sehingga terjadi kestabilan dan orang-orang sehat karena sudah mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Meski program vaksinasi massal masih terus berjalan, ia menghimbau agar masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan memerhatikan kondisi lingkungan sekitar.

“Yang pasti, harus tetap menggunakan masker, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, terapkan selalu PHBS dan selalu jaga kondisi tubuh agar tetap sehat serta jangan lupa untuk meminum suplemen daya tahan tubuh,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?