6 Desember 2021

611 KK di 5 Desa Kecamatan Haruyan Terendam Banjir

3 min read

BPBD HST saat memantau lokasi banjie di lima desa di Kecamatan Haruyan, HST, Kamis (13/5) malam.

HULU SUNGAI TENGAH – Ketinggian debit air di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini sudah mulai surut. Banjir yang sempat merendam lima desa ini, setidaknya ada 611 Kepala Keluarga (KK) mengalami dampak akibat hasil dari bencana tersebut.

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Tengah (HST), Budi Hariyanto menyebutkan, lima desa yang terdampak akibat banjir yang berlangsung dari 13 Mei 2021 itu meliputi, Desa Haruyan, Desa Lok Buntar, Des Pengambau Hulu Dalam, Desa Pengambau Hilir Luar, Desa Haruyan Seberang dan Desa Mengunang.

“Jumlah yang terendam di Desa Haruyan ada 169 KK, Lok Buntas sekitar 50 KK, Pengambau Hulu Dalam (PHD) 5 KK, Desa Haruyan Seberang sebanyak 376 KK dan Desa Mengunang ada 13 KK. Untuk total keseluruhan mencapai 611 KK,” ungkapnya melalui siaran rilis dan updatenya kepada Abdi Persada FM, Jumat (14/5) siang.

Untuk kronologis kejadian, Ia mengungkapkan, tepat jam 19.00 WITA untuk ketinggian debit air sempat naik dan deras hingga berhasil merendam rumah warga di lima desa, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mencapai sekitar 5 -10 sentimeter.

” Arus pada malam itu cukup deras, karena aliran ini masuk di daerah Kecamatan Telaga Langsat, Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS). Nah, meski disana hujannya tidak begitu deras namun sesuai elevasi (ketinggian) otomatis air menuju ke wilayah paling bawah. Tadi malam dikhawatirkan, kalau hujan di daerah Loksado juga cukup tinggi intensitasnya maka akan terjadi penumpukan,” paparnya.

Namun demikian, Ia memaparkan, untuk rumah yang terendam akibat dari banjir tersebut telah berhasil dievakuasi.

“Alhamdulillah, tadi malam sekitar jam 8.00 – 09.00 WITA untuk tingkat intensitas curah hujan di daerah HSS sudah mulai menurun,” ucapnya.

Budi menegaskan, belum ada status darurat atau begitu mengkhawatirkan. Hanya saja, masih siaga dalam melakukan pemantauan.

Kondisi banjir di Desa Haruyan, Kamis (13/5) malam.

“Kalau kondisi penetapan status itu, kami lihat fakta dilapangan, ancaman hingga debit airnya. Jadi, untuk sementara ini, BPBD HST sudah berkoordinasi dan lapor juga dengan pimpinan dan hanya menetapkan status siaga empat, artinya menginformasikan kepada warga di derah tersebut karena dari dampak banjir pada Januari lalu cukup memahami untuk terus bersiaga,” paparnya lagi.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat di Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah (HST) sudah mulai beraktivitas kembali secara normal.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan kami (Bupati HST) serta dengan Kalak BPBD HSS untuk memantau atau memonitoring kondisi di wilayah di Kandangan,” katanya.

Dirinya berujar, apabila intensitas curah hujan cukup tinggi disertai dengan kekhawatiran terkait kewaspadaa debit air sungai dan sebagainya. Maka status siaga, waspada hingga seterusnya pun akan diberlakukan oleh pihak pemerintah.

“Jika pada saat peringatan, disarankan para warga harus menaikan barang berharganya ke dataran yang lebih tinggi termasuk yang jadi skala prioritas adalah lansia, bayi dan orang-orang stroke. Jadi, apabila fakta dilapangan seperti tim kami BPBD, begitu pula TNI-Polri hingga Camat baru bisa ditentukan siaga, waspada dan seterusnya,” tegasnya.

Adapun untuk ketinggian batas normal air dibantaran sungai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan sekitarnya sudah mulai menurun sekitar 2 meter dan masih dikatakan normal atau aman.

“Kemarin terdata atau terlihat posisinya ketinggian masih dibatas normal. Contoh saja kaya di bendungan Mu’ui biasanya untuk mengukur berapa sih ketinggian normalnya, bukan tinggi diatas dua meter. Jadi, beda antara dua meter diatas batas dengan diatas normal, begitu ya,” pungkasnya. (BPBD HST – RHS /RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?