6 Desember 2021

Pemda Diminta Siapkan Masker di Lokasi Shalat Idul Fitri

1 min read

PJ Gubernur Kalsel Safrizal ZA,

BANJAR – Menjelang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Provinsi Kalsel pun mengikuti arahan Kementerian Agama RI terkait penyelenggaraan shalat Idul fitri. Dengan masih mewabahnya pandemi COVID-19 di daerah ini maka pelaksanaan shalat Idul Fitri juga harus dibarengi dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.

Hal ini disampaikan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, pada Senin (10/5), usai mengenalkan aplikasi Lapor kepada penyandang disabilitas/PMKS di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan Dinas Sosial Provinsi Kalsel. Disampaikan Safrizal, mengikuti surat edaran Menteri Agama RI, maka shalat Idul Fitri dimasa Pandemi COVID-19 diperbolehkan bagi daerah yang berstatus Zona Hijau dan Kuning.

“Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama diperkenankan shalat idul Fitri dengan protokol kesehatan ketat serta melihat dari zonasi penyebaran COVID-19. Zona Merah kita tiadakan Salat Ied,” ungkap Safrizal.

Safrizal menambahkan, pihaknya akan mencek Daerah mana saja yang berstatus zona merah penyebaran COVID-19.

“Dua hari selanjutnya, kami akan kembali evaluasi data Daerah penyebaran COVID-19. Selain itu ada daerah yang Zona Merah secara makro. Pada level makro pada data Minggu lalu, Kalsel mempunyai 11 Zona Oranye dan 2 Zona Kuning,” ungkap Safrizal.

Safrizal melanjutkan, pihaknya mengimbau kepada para alim ulama, pengurus masjid, dan pemuda remaja masjid untuk menyediakan masker di tempat salat Idul fitri.

“Kepada pemda juga kami minta menyediakan masker. Setelah salat, langsung balik ke rumah, tidak ada kerumunan. Saya berharap imbauan pemerintah ini bisa didengarkan sehingga potensi penyebaran COVID-19 dapat mengecil,” tutup Safrizal. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?