28 November 2021

Ikuti Kompetisi, RSUD Ulin Banjarmasin Kembangkan Alat Bantu Pernapasan Bayi

2 min read

Alat bantu pernapasan bayi.

BANJARBARU – Menjelang diadakannya Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021,  Manajemen RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan  melakukan pengembangan terhadap alat bantu pernapasan bayi. Alat tersebut direncanakan akan dilombakan pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 yang diberi nama Babies Respiratory Distress Recovery Device (BiRD).

Penyampaian Presentasi Inovasi ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Suciati kepada Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dalam pertemuan di Ruang Rapat PM Noor Setda Provinsi Kalsel, Rabu (5/5/) tadi.

Disampaikan dr Suciati, pengemasan alat bantu pernapasan bayi dari RSUD Ulin Banjarmasin sangatlah sederhana. Sehingga kedepannya perlu pengembangan yang rencananya RSUD Ulin akan bekerja sama dengan perusahaan elektronik terkenal agar  bisa lebih bernilai jual dan bisa dipakai oleh provinsi lain.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Suciati

“Harapan kami, dengan pengembangan-pengembangan nanti, BiRD bisa meraih juara satu di lomba inovasi pelayanan publik,” ucap dr Suciati.

Sementara itu, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA menyampaikan, dirinya mendukung inovasi yang dibuat tim dokter dari RSUD Ulin Banjarmasin. Alat bantu pernapasan bayi tersebut dinilai sangatlah bermanfaat bagi puskesmas dan tempat kesehatan lainnya.

PJ Gubernur Kalsel Safrizal ZA

“BiRD dari RSUD Ulin Banjarmasin ini layak untuk ikut dalam perlombaan karena sudah memenuhi beberapa kriteria, yakni keterbaruan, efektif, dapat direplikasi, sehingga dapat terus dikembangkan.

Menurut Safrizal, Pemerintah Provinsi Kalsel akan mendukung penuh pengembangan alat bantu pernapasan bayi yang dinilai dapat mengharumkan nama Provinsi Kalsel.

“BiRD juga sesuai untuk fasilitas kesehatan yang sederhana. Misalnya, posyandu, tempat bersalin di desa dan puskesmas,” tutup Safrizal.

Untuk diketahui, alat bantu pernapasan bayi buatan RSUD Ulin sudah dibagikan RSUD Ulin Banjarmasin ke tempat praktik-praktik bidan dan puskesmas di Banjarmasin. Selain itu juga digunakan di RSUD Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, RSUD Badaruddin Tanjung Kabupaten Tabalong dan RSUD Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.

Alat bantu pernapasan bayi yang diberi nama BiRD sudah digunakan di RSUD Ulin Banjarmasin sejak tahun 2008.

Penggunaan BiRD berhasil menurunkan jumlah kematian bayi akibat gagal pernapasan hingga 12 persen. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?