15 Juni 2021

Diskusi Komplik Kebahasaan Digelar di Banjarmasin, Warga Diminta Bijak Bermedsos

2 min read

Diskusi Kelompok Terpumpun Resolusi Komplik Kebahasaan di Masyarakat di Banjarmasin

BANJARMASIN – Balai Bahasa Kalimantan Selatan menggelar diskusi kelompok terpumpun resolusi komplik kebahasaan di masyarakat, yang digelar di kota Banjarmasin.

Diskusi ini dibuka Assisten 2 Bidang Perekonomian dan Perbangunan Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi, di aula Kayuh Baimbai, Kamis (6/5).

Doyo mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya memberi dukungan terhadap pelaksanaan diskusi kelompok ini, yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

Sehingga, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin mengetahui lebih lanjut mengenai resolusi komplik kebahasaan di masyarakat.

“Mengingat saat ini teknologi digital semakin maju, sehingga informasi mudah tersebar di media sosial,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan kehati-hatian dalam menerima pemberitaan yang tidak benar dan sebagainya.

“Begitu juga untuk penggunaan media sosial sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Bahasa Kalimantan Selatan Manggara Siagian mengatakan, Balai Bahasa Kalimantan Selatan saat ini menggelar diskusi kelompok terpumpun resolusi komplik kebahasaan di masyarakat. Khususnya di lmedia sosial.

Pada diskusi ini Balai Bahasa Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Dinas Komunikasi dan Informatika kota Banjarmasin, kepolisian, serta lainnya.

Manggara mengatakan, diskusi ini dilaksanakan di 13 kabupaten dan kota di provinsi Kalimantan Selatan, dan yang terakhir di Kota Banjarmasin.

Sedangkan, salah satu narasumber KKLP Bahasa dan Hukum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan Jahdiah mengatakan, untuk warga saat ini hendaknya lebih berhati hati dalam memberikan komentarnya pada status sosial mereka.

Mengingat, lanjutnya, saat ini apa yang ditulis di media sosial bisa dilaporkan kepihak berwajib. Apabila, komentar di status sosial tersebut berisikan fitnah, pencemaran nama baik, serta lainnya.

“Oleh karena itu lah warga diminta bijak dalam menggunakan media sosial mereka,” ucap Jahdiah. (SRI/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.