1 Desember 2021

Safrizal: Lebaran, Jangan Paksakan Mudik

2 min read

Pj gubernur saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu (05/05)

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) siap menggelar Operasi Ketupat Intan 2021, mulai 6 – 17 Mei 2021. Operasi ini digelar,  guna menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 Hijriah, terutama dimasa pandemi COVID-19 saat ini.

Pj gubernur Kalsel saat melihat kesiapan personil Operasi Ketupat Intan 2021 pada Rabu (05/05)

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2021 pun sudah digelar  pada Rabu (5/5) di Mapolda Kalsel, yang dipimpin langsung Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA. Gelar pasukan ini, turut dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto dan Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

Safrizal mengatakan, secara nasional, mudik lebaran ditiadakan mulai 6 Mei 2021 dan masyarakat diharapkan tidak ngotot, atau memaksakan diri atau memaksa petugas melakukan tindkan yang tidak perlu. Sementara dapat dilakukan dengan cara lain, seperti video call dan lain-lain. Kebijakan ini diberlakukan, semata-mata menjaga agar sebaran COVID-19 tidak meluas.

“Jangan memaksa petugas di lapangan melakukan aktivitas yang tidak perlu,” pesannya.

Pembatasan perjalanan mudik itu, tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah, selama 6 – 17 Mei 2021.

Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini,  demi mencegah penularan virus Corona. Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara.

Safrizal juga menyebut, akan ada titik-titik penyekatan yakni penyekatan antar provinsi dan antar kota,  yang mengharuskan persyaratan tertentu untuk melewatinya. Diantaranya menunjukkan surat perjalanan dan hasil tes antigen atau PCR yang disediakan pemerintah daerah setempat.

Begitu juga pelaksanaan ibadah Idul Fitri, pengelola tempat ibadah diminta menerapkan protokol kesehatan, jamaah wajib pakai masker. Sementara untuk  tempat keramaian akan diawasi keberadaannya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel, Rikwanto menyebut, pihaknya menyiapkan 1.500 personil gabungan TNI Polri dan petugas instansi terkait, untuk mengantisipasi apa pun yang timbul saat pelaksaanaan Operasi Ketupat Intan 2021 ini.

“Para personil ini juga siap dalam hal penanganan keamanan, gangguan lain, seperti kebakaran dan bagaimana mencegah penyebaran COVID-19. Saya berharap masyarakat berpartisipasi. Petugasnya siap, masyarakatnya juga care terhadap kesehatan. sehingga kita aman melalui Idul Fitri ini,” ujarnya sembari menyebut, masalah keamanan saat ini di Kalsel dalam situasi kondusif.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, rapid test antigen sudah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel masing-masing 5.000 kit. Jika kit antigen itu masih kurang, kata Muslim, Pemprov Kalsel dapat memberikan tambahan sesuai kebutuhan.

“Nanti kita lihat keterpakaiaannya, kita juga minta laporan (stok, red),” ujar Muslim.

Tindak lanjutnya jika ditemukan masyarakat terpapar COVID-19, akan dikarantina dengan biaya sendiri. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?