6 Desember 2021

PMI Dipulangkan, BBTKLPP Banjarbaru Bantu Kaltara Dengan Laboratorium Bergerak

2 min read

Foto bersama dengan Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans, di BBTKLPP Banjabaru

BANJARBARU – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru mendapatkan tugas untuk melakukan pemeriksaan sampel COVID-19 khusus bagi Pekerja Imigran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dari Malaysia dan Philipina.

Meski para PMI akan melalui jalur laut dan menepi di pelabuhan Nunukan, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pada Kamis (29/4) pagi, BBTKLPP Banjarbaru langsung meluncurkan mobil Laboratorium Bergerak Surveilans sesuai intruksi dari Kemenkes RI.

Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans telah meluncur ke Kota Tarakan, Kaltara, Kamis (29/4) pagi.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengatakan, sesuai permintaan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, pihaknya juga telah menugaskan tim predator Laboratorium Bergerak Surveilans dengan dilengkapi mesin PCR didalamnya untuk penangangan serta sekaligus mendeteksi penyebaran wabah COVID-19.

“Hari ini, kami akan menuju ke kota Tarakan, Kaltara, dalam rangka penanganan PMI untuk pemeriksaan COVID-19 dari Malaysia dan Philipina lewat pebuhan laut Nunukan. Yang mana, hal ini masih tanggungjawab atau kendali operasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ujar Slamet melalui rilisnya.

Dia menuturkan, melalui surat terbaru konsulat dari Malaysia, ada sekitar 200 PMI yang akan tiba di pelabuhan Nunukan, Tarakan, Kaltara, pada 30 April 2021 mendatang.

“Selama lockdown, mereka dipulangkan dulu. Melalui surat Dirjen P2P SR. 03.04/II/1084/2021 tanggal 18 April 2021 tentang pelaporan penanganan kedatangan WNA dan WNI (Pekerja Imigran Indonesia), bahwa pintu pelabuhan Nunukan sebagai pintu masuk negara kekarantinaan kesehatan,” papar Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Melalui hasil data yang tercatat dari Dirjen Imigrasi pada tahun lalu, setidaknya ada sekitar 5.000 – 6.000 orang (PMI) telah melewati pelabuhan laut Nunukan, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

“Kebijakan Dirjen Imigrasi bahwa pelabuhan Nunukan merupakan pintu masuk negara kekarantinaan kesehatan bagi pemulangan PMI yang berada di Malaysia dan Philipina,” tuturnya.

Guna mendukung agar kegiatan tersebut lancar dan maksimal, maka, pihaknya melalui intruksi langsung dari Kemenkes RI meluncurkan Mobil Surveilans Bergerak.

“Semoga tim kami dapat membantu secara maksimal serta lancar diperjalanan. Dengan harapan, pemulangan PMI dari pelabuhan laut Nunukan ini mampu terkendali, aman dan nyaman. Mengingat, langkah ini juga merupakan langkah perwujudan pasti Indonesia untuk terus bersatu,” pungkasnya. (RILIS BBTKLPP-RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?