6 Desember 2021

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Kalsel Gelar Simulasi Kebakaran

3 min read

Pj gubernur saat memimpin upacara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Banjarmasin pada Senin(26/04)

BANJARMASIN – BPBD Provinsi Kalsel menggelar Simulasi Evakuasi Mandiri di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, pada Senin (26/04).

Simulasi pemadaman kebakaran di lokasi peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021 ini, dihadiri Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA,  Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah dan Karo Ops Polda Kalsel Moch Noor Subchan.

Simulasi diikuti anggota Tim Damkar (Pemadam Kebakaran) dengan melaksanakan simulasi pemadaman kebakaran gedung, dilanjutkan dengan simulasi evakuasi korban jiwa .

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan,  tujuan dari simulasi atau latihan kesiapsiagaan ini,  adalah meminimalisir angka korban jiwa dengan cara perencanaan persiapan yang matang dalam menghadapi beragam jenis potensi-potensi bencana.

“Hari ini kita memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, atau preparedness yang artinya kita sudah menyiapkan diri kita untuk menghadapi potensi-potensi bencana. Hasilnya kalau kita well prepare, maka daerah siap menghadapi segala kemungkinan”, jelasnya.

Safrizal mengatakan, dalam masyarakat yang tidak siaga, biasanya jumlah korban jiwa jauh lebih banyak.

“Padahal cita-cita kita dalam hari kesiapsiagaan nasional adalah zero victim atau nol korban. Atau setidaknya minimum victim atau jumlah korban yang sedikit,” ucap Safrizal.

Pj Gubernur  juga mengatakan, urusan kebencanaan adalah urusan wajib pelayanan dasar bagi pemerintahan daerah. Terutama kesiapsiagaan bagi masyarakat dan kelembagaan sipil dan relawan yang masih perlu diperhatikan.

Urusan bencana dan kebakaran menjadi sama pentingnya seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum tata ruang, perumahan dan sosial. Penanganan bencana dan kebakaran juga termasuk dalam prioritas anggaran agar dapat memberikan pelayanan terbaik.

Adapun standar pelayanan kebencanaan dan kebakaran terbagi menjadi tiga jenis, yakin ketersediaan informasi bencana yang memuat tentang informasi penting terkait potensi-potensi bencana masing-masing wilayah dan daerah.

Kedua adalah kesiapsiagaan yang biasanya dilakukan dengan penyusunan rencana kontinjensi berdasarkan tiap-tiap potensi bencana. Dan yang terakhir adalah tanggap darurat dan pasca bencana.

Mengenai potensi  Karhutla, Safrizal memastikan, sampai saat ini masih belum ada terdeteksi hot spot atau titik api di daerah Kalsel.

“Kita sudah apel beberapa bulan yang lalu untuk kesiapan menghadapi karhutla dan untuk saat ini masih zero spot dan mudah-mudahan zero terus,” ucapnya.

Selanjutnya, pemerintah provinsi juga meminta apel kesiapsiagaan di tingkat kabupaten/kota sampai desa untuk melakukan upaya-upaya mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

“Kita harap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalsel dapat minimum dengan persiapan yang lebih baik,” terang Safrizal.

Sementara itu Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan,  dalam menghadapi potensi karhutla adalah lebih baik mencegah dan menyiapkan semua kemampuan dan peralatan daripada nanti saat diminta terjun di lapangan belum siap.

Firmansyah juga mengungkapkan, titik titik yang akan difokuskan dalam pengawasan potensi karhutla, yakni Tanah Laut, Banjarbaru, dan Batola.

”Wilayah yang berpotensi nanti kita fokus seperti biasa di Tala, Banjarbaru daerah bandara, Batola kemudian di wilayah-wilayah tertentu. Kalau kita liat hasil evaluasi tahun kemarin untuk daerah hulu itu rata-rata daerah pegunungan tapi tidak terlalu besar, jadi kita tetap fokus di perkotaan yaitu Tanah Laut, Banjarbaru, dan Batola,” ucapnya.

Karo Operasi Polda Kalsel Moch Noor Subchan menambahkan,  program pemerintah terkait persiapan dalam menghadapi potensi karhutla, yakni ‘ASAP Digital’ .

Ini merupakan program kolaborasi antara pemerintah dengan pengusaha sawit. Dimana dalam program ini akan dipasang kamera dengan daya jangkau empat kilometer yang mampu mendeteksi titik api karhutla.

”Program ASAP Digital adalah kolaborasi antara Pemerintah dan Pengusaha Sawit yang menggunakan kamera untuk memonitor ada kebakaran api atau tidak di wilayah itu. Kamera yang digunakan memiliki jarak jangkau hingga empat kilometer,” tutur Subchan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?