1 Desember 2021

Bakeuda Kalsel Siapkan Anggaran Kesehatan dan Keamanan Jelang PSU

2 min read

Plt Kabid Perencanaan Anggaran Bakeuda Kalsel, Idris

BANJARBARU – Selain tengah menyiapkan dana tambahan untuk KPU Kalsel. Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) kini juga harus menyediakan alokasi anggaran dibidang kesehatan dan keamanan dalam kesiapan penyelenggaraan Pemilihan Suara Ulang (PSU) bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

Plt Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Bakeuda Kalsel, Idris mengatakan, meski tengah fokus untuk memberikan stimulus dana tambahan bagi penyelenggara PSU pada 9 Juni mendatang. Pengajuan alokasi anggaran kesehatan dan keamanan yang diajukan oleh dua SKPD akan tetap disediakan pihaknya melalui Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kami sementara mengambilnya dari BTT itu juga, dipindah SKPD mana saja yang memerlukan. Pertama adalah Dinkes Kalsel dalam rangka pengadaan prokes untuk PSU. Kemudian, Satpol PP dan Damkar Kalsel juga mengusulkan biaya keamanan,” ungkapnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (21/4) kemarin.

Terkait usulan, Idris menyebutkan, Dinas Kesehatan telah mengusulkan sekitar Rp4,3 miliar dalam rangka mensukseskan kegiatan PSU.

“Anggaran ini untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya,” ujarnya.

Selain Dinkes Kalsel, lanjut Idris, untuk alokasi dana keamanan juga telah diusulkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol dan Damkar) Kalimantan Selatan sekitar Rp5 miliar.

“Dalam PSU nanti pasti ada pengamanan kan,” ucapnya.

Namun, Ia mengungkapkan, khusus untuk menangani KPU dan Bawaslu di tingkat Kalimantan Selatan diserahkan kewenagannya kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

“Karena SKPD ini kan sebagai fasilitator atau pengampu. Memang ada usulan sekitar Rp24 miliar lebih, namun, setelah dihitung saldo pada tahun 2020 ada sekitar Rp19 miliar. Artinya mereka hanya minta sebanyak Rp5 miliar aja untuk tambahan,” tuturnya.

Dirinya menuturkan, untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dipastikan tidak ada alokasi anggaran tambahan dikarenakan kas dari pihaknya masih mencukupi untuk ikut serta pada penyelenggaran kegiatan PSU.

“Kalau mereka tidak meminta tambahan, karena pihak Bawaslu masih memiliki saldo sekitar Rp6 miliar dari tahun 2020 kemarin dan itu akan dipergunakan kembali dalam pelaksanaan kegiatan PSU tadi,” pungkasnya. (RHS/RDM/EPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?