17 Mei 2021

Ketersediaan Pelabuhan Jadi Salah Satu Penghalang Hilirisasi Industri

1 min read

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni.

Banjarbaru – Untuk menumbuhkan perekonomian di Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel pun akan membangun  industri hilirisasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah pada produk berbahan mentah seperti kelapa sawit dan batubara.

Kamis (15/4) kemarin, kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni menyampaikan, Kalsel mempunyai potensi yang cukup berlimpah terkait hilirisasi industri. Adapun bahan-bahan alam yang memiliki potensi hilirisasi untuk daerah ini yakni Batubara, Biji besi, dan bahan baku karet.

“Batubara bisa dihilirisasi menjadi methanol, dan methanol pun dapat kembali dihilirisasi menjadi gas sintetik, dan amoniak. Saat dihilirisasi maka nilai jual pun juga akan mengalami peningkatan, berbeda jauh dari harga saat hanya menjual SDA yang belum dihilirisasi,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni menambahkan, untuk mendukung hilirisasi industri ada tantangan-tantangan yang harus dituntaskan, termasuk infrastruktur yang menjadi faktor rintangan, salah satunya adalah kurangnya ketersediaan pelabuhan  dengan kapasitas ekspor-impor.

“Potensi pelabuhan kita ada diselat Kotabaru, kawasan industri ada 6 titik tapi mendekati pantai ada di Batulicin, Jorong,
kalau lainnya ada pelabuhan di Banjarmasin, Tapin, dan Tabalong namun ke 3 pelabuhan ini sangat terbatas,” lanjut Mahyuni. 

Mahyuni menambahkan, kurangnya ketersediaan pelabuhan ekspor-import di Kalsel menjadi tantangan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam meningkatkan hilirisasi industri. (MRF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.