17 Mei 2021

Buka Rakorda TPID, Ini Harapan Pj Gubernur Soal Pengendalian Inflasi

2 min read

Pj gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pada Rakorda TPID di Banjarmasin pada Senin (12/04)

Banjarmasin – Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA meminta kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menguatkan sistem supply chain atau penyediaan barang pada rantai pasokan, dalam rangka efektivitas mengendalikan inflasi. Semua regulasi terkait pengendalian inflasi harus terintegrasi untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan tugas.

Hal tersebut disampaikan Safrizal  di sela High Level Meeting dan Rakorda Tim Pengendali Inflasi Daerah di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (12/4).

“Langkah kita harus terintegrasi, Tanah Laut punya apa Tabalong punya apa lalu kita petakan, kemudian sistemnya saling memenuhi, kurangnya apa bisa dipasok kabupaten tetangganya,” katanya.

Disampaikan Safrizal, untuk pengendalian inflasi diperlukan inovasi, terutama jika terjadi lonjakan permintaan barang dan jasa pada bulan Ramadhan. Pria kelahiran Banda Aceh tersebut mengatakan, penguatan supply chain juga harus dibarengi infrastruktur yang baik.

“Kita memang terkendala arus distribusi karena banjir kemarin. Tapi Alhamdulillah beberapa jembatan mulai  rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat memperlancar arus barang dan jasa yang berpengaruh terhadap inflasi,” sebutnya.

Safrizal menekankan pentingnya menjalankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendgari itu juga mengatakan, Maret 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 107,24. Tiga daerah yang memengaruhi inflasi di Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03 persen dan Kotabaru sebesar 0,09 persen.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan, kerjasama antar daerah menjadi salah satu strategi untuk menekan laju inflasi. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan  peingkatan produksi, Operasi Pasar dan pengawasan intensif bersama dengan pihak terkait terhadap ketersediaan stok.

Dikatakanya, peran TPID sangat penting dalam menjalankan program pengendalian inflasi. Keberhasilan TPID dapat terwujud melalui sinergi yang baik dengan mitra stategis serta satgas pangan.

Untuk ketersediaan pasokan dirinya menyarankan, agar Pemda dapat meningkatkan perluasan lahan dan didukung dengan kelancaran jalur distribusi. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.