6 Desember 2021

Khawatir COVID-19 Melonjak, MTQ Tingkat Provinsi Ditunda

2 min read

Keterangan foto: Pj gubernur Kalsel usai menggelar jumpa pers virtual, soal ditundanya MTQ XXXIII pada Sabtu (03/4)

Banjarmasin – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII tingkat provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021, di kabupaten Tanah Bumbu diputuskan untuk ditunda pelaksanaannya. Berat, namun langkah itu harus diambil pemerintah daerah bersama pihak terkait. Pertimbangannya adalah keselamatan masyarakat dan upaya mencegah menyebaran COVID-19.

Pj gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA mengatakan, pelaksanaan MTQ 2021 yang rencananya dilaksanakan dari 3 – 8 April 2021 di Tanah Bumbu, harus ditunda karena dikhawatirkan dapat berpotensi menjadi wadah penyebaran COVID-19.

“Dengan sangat berat hati, dan bersedih hati kami nyatakan ditunda pelaksanaannya dan akan dilakukan secara virtual,” jelas Safrizal dalam konferensi pers virtual, pada Sabtu (3/4).

Safrizal menuturkan, dirinya sudah meminta LPTQ untuk menyusun tata cara lomba secara virtual, dan segera melaporkan kepada dirinya, kapan waktu untuk pelaksanaannya secara virtual dari kabupaten kota masing-masing.

“Setelah dilaporkan kesiapan oleh LPTQ, nantinya kami akan mengumumkan kembali kepada publik, dan walaupun terasa kurang gegap gempitanya dalam pelaksanaan MTQ, namun tidak mengurangi hikmah MTQ tersebut,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, keputusan penundaan ini, merupakan jawaban dari harapan sejumlah pihak yang meminta mempertimbangkan kembali pelaksanaan MTQ, yang berpotensi menjadi wadah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tanbu.

“Untuk itu terkait penundaan ini Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu dan LPTQ menyampaikan permohonan maaf, kegiatan ditunda dan diubah metode pelaksanaannya yang semata-mata demi menjaga keselamatan kita bersama,” katanya.

Disamping itu,
Ia juga mengharapkan Bupati/Walikota, dan LPTQ kabupaten kota, agar menjelaskan kepada kafilah masing-masing serta masyarakat, bahwa penundaan ini semata-mata untuk mencegah COVID-19 dan menjaga kesehatan bersama.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar mengatakan, penundaan ini akan lebih baik, karena sebelumnya Ia telah menyaksikan langsung, bahwa sangat sulit membendung kehadiran masyarakat pada kegiatan ini. Selain itu, hasil tes PCR para peserta juga banyak yang menunjukkan hasil positif.

“Saya kira ini lebih menunjukkan cinta kita bersama, mudah-mudahan dengan demikian COVID-19 ini dapat kita cegah di Tanah Bumbu,” katanya.

Adapun dari 1.168 kafilah yang sudah swab PCR dan hasilnya negatif, akan dipulangkan ke kediaman masing-masing.

“Sedangkan bagi yang positif ada 170 orang atau 14,5 persennya, akan dirawat atau di karantina di Tanah Bumbu sampai sembuh, karena kalau dalam keadaan positif dipulangkan berbahaya lebih lanjut dan yang belum berangkat jangan berangkat lagi,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/EPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?