6 Desember 2021

2021, Kalsel Diprakirakan Mengalami Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi

2 min read

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Peran dan Fungsi Regional Investor Relation Unit (RIRU) Kalimantan Selatan secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (29/3) siang.

Banjarbaru – Bank Indonesia memprakirakan Kalimantan Selatan pada 2021 bakal mengalami perbaikan ekonomi seiring dengan berlanjutnya pemulihan secara global dan implementasi vaksinasi COVID-19 serta sinergi kebijakan baik ditingkat nasional maupun daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring mengatakan, prakiraan kenaikan ini didorong adanya peningkatan ekspor komoditi utama di Kalimantan Selatan.

“Yaitu batu bara dan CPO dari negara mitra dagang yang perekomiannya mulai membaik,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Peran dan Fungsi Regional Investor Relation Unit Untuk Provinsi Kalimantan Selatan secara virtual, bertempat di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (29/3) siang.

Amanlison menyebutkan, konsumsi pemerintah diprakirakan pula tetap kuat khususnya terkait belanja kesehatan, penanggulangan banjir, dan percepatan pelunasan hutang kepada pihak ketiga pada tahun sebelulmnya.

“Pertumbuhan ekonomi di Kalsel pada 2021 diprakirakan mengalami perbaikan dibandingkan pada tahun 2020,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya membeberkan untuk konsumsi rumah tangga juga meningkatkan dengan didorong adanya perbaikan pendapatan masyarakat seiring adanya lonjakan ekspor.

“Hal ini pula seiring dengan berlanjutnya stimulus fiskal atau relaksasi sektor pajak dari pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi,” bebernya.

Bahkan, Ia mengungkapkan, kinerja usaha pertanian serta sektor perkebunan juga bakal mengalami peningkatan. Yang mana, telah ditopang oleh kelapa sawit dan produksi karet.

“Lapangan usaha pertambangan juga mengalami peningkatan kinerja. Mengingat, didorong adanya permintaan dari negara Asia Tenggara dan Tiongkok yang berencana membangun pembangkit listrik baru,” paparnya.

Sementara itu, Assisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Adi Santoso menuturkan, Kalimantan Selatan merupakan provinsi terbesar keempat se Indonesia dalam penghasil cadangan batu bara setelah Sumatera Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Assisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Adi Santoso.

“Kalsel menghasilkan batu bara sebesar 16.500 juta ton lebih. Dimana, kondisi ini sangat bagus dengan perkembangan ekonomi. Akan tetapi, dilain pihak juga bisa menyebabkan perekonomian di banua juga harus tergantung pada komoditas Sumber Daya Alam (SDA) ini,”ucapnya.

Supaya tingkat kerawanan perekonomian tidak terjadi, dirinya pun menyarankan, agar Kalimantan Selatan melakukan peralihan pertumbuhan di sektor ekonomi baru selain mengandalkan pertambangan.

“Potensi dan peluang investasi di Kalsel diakui cukup besar seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga pariwisata. Bahkan, hal ini dapat menjadi tempat atau lokasi pendapatan bagi wilayah di provinsi ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?