6 Desember 2021

E-TLE, Ciptakan Budaya Tertib Berlalu Lintas, dan Membuat Transparansi

2 min read

Kapolda Kalsel (tengah) didampingi Pj Gubernur Kalsel (paling kanan, Sasirangan) saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa (23/03).

Banjarmasin – Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) resmi dilaunching secara nasional, serentak dan diterapkan di 12 Polda se Indonesia, pada Selasa (23/3).

Peresmian launching E-TLE tahap 1 ini, berlangsung di NTMC Polri dihadiri Ketua Mahkamah Agung RI Muhammad Syarifuddin, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung Republik Indonesia S.T. Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kompolnas, Pejabat Utama Mabes Polri, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Danpuspom TNI, Direktur Utama PT. Pos Indonesia, serta Direktur Utama Jasa Raharja.

Launching yang digelar secara virtual ini juga ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Penegakan Hukum di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang turut diikuti oleh Polda Kalsel melalui zoom meeting yang berlangsung di Aula Mathilda Batlayeri Polda Kalsel dan dihadiri Pj. Gubernur Kalsel Safrizal ZA, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Danlanal Banjarmasin, Wakapolda Kalsel, Aspidum Kejati, Kabintal Lanud Syamsudin Noor, Irwasda Polda Kalsel dan Pejabat Utama Polda Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, dalam kesempatan ini mengatakan, program E-TLE tahap 1 yang dilaunching secara nasional dan diterapkan di 12 provinsi se Indonesia hari ini, mengedepankan fungsi lalu lintas. Namun dalam pelaksanaannya juga melibatkan stakeholder terkait lainnya khususnya pemerintah daerah.

Ia pun memberi apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun TNI yang telah membantu mensukseskan program E-TLE. Untuk provinsi Kalsel, program E-TLE akan dilaunching dalam tahap 2 pada 27 April 2021 mendatang.

Menurut Kapolda, E-TLE diberlakukan untuk menegakan hukum di lalu lintas, menciptakan budaya tertib berlalu lintas, dan membuat transparansi antara kepolisian dan masyarakat.

“Ini sesuai dengan program Presisi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang ke-11, yaitu Laksanakan perluasan E-TLE bagi wilayah yang belum bisa menerapkan E-TLE, lakukan proses tilang sesuai dengan prosedur, tidak ada istilah titip sidang dan awasi pelaksanaannya secara penuh,” kata Kapolda.

Tahap awal penerapan E-TLE di wilayah hukum Polda Kalsel ada di 3 (Tiga) lokasi yakni Traffic Light Jalan Pangeran Samudera Banjarmasin, Traffic Light Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Traffic Light Jalan A.Yani kilometer 6 Banjarmasin.

Sementara itu Pj. Gubernur Kalsel Safrizal ZA selaku pihak pemerintah daerah memberi dukungan penuh atas penerapan E-TLE disejumlah titik di wilayah Provinsi Kalsel, dan akan memberikan bantuan meliputi penyiapan tempat, kamera, serta yang lebih penting adalah menyiapakan kesiapan masyarakat dalam menghadapi penerapan E-TLE.

“Data-data yang diperlukan Kepolisian dalam penerapan E-TLE juga dirasa penting untuk dipersiapkan, karena E-TLE merupakan sistem online sehingga semua data diperlukan dan akan dipersiapkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, terkait anggaran khususnya dalam pengadaan kamera E-TLE, pemerintah daerah juga akan membantu Polda Kalsel.

“Semoga program ini dapat terus berjalan dan terlaksana di seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi Kalimantan Selatan,” tutup gubernur. (HUMASPOLDAKALSEL-RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?