1 Desember 2021

CJH Wajib Divaksin, Meski Jadwal Keberangkatan Belum Ada

2 min read

Sekdirjen P2P Kemenkes RI, dr. M. Rudi Hidayat (tengah) didampingi Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto (kiri) beserta Kepala Dinkes Kalsel, M. Muslim (kanan).

Banjarbaru – Calon jemaah haji (CJH) yang telah terdaftar di Kementerian Agama dipastikan bakal mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. Hal tersebut merupakan upaya dalam menanggulangi penyebaran klaster di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI, Muhammad Rudi Hidayat menyebutkan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan meski belum mendapat kepastian jadwal keberangkatan. Vaksinasi kepada mereka bakal tetap dilakukan.

Sekdirjen P2P Kemenkes RI saat berdiskusi terkait vaksinasi di VIV Room Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

“Pada prinsipnya apabila mereka telah terdaftar sebagai calon maka mereka bakal disuntik,” ujarnya usai memantau program vaksinasi massal COVID-19 di gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Sabtu (20/3) kemarin.

Rudi Hidayat menuturkan, bukan hanya lanjut usia (lansia) saja yang menjadi sasaran target untuk di vaksinasi. Namun, calon jemaah haji yang berumur diatas 20 tahun pun dipastikan juga mendapatkan suntikan tersebut.

“Jadi, calon jemaah kan bukan hanya mayoritas lansia tetapi muda yang telah memenuhi syarat untuk di vaksin pun bisa,” ungkapnya.

Dia menegaskan, menyikapi adanya calon jemaah haji yang masuk dalam kategori di bawah umur 18 tahun. Rudi memaparkan, tidak memberikan izin rekomendasi untuk dilakukan vaksinasi.

“Karena vaksinnya belum tersedia,” katanya.

Terkait adanya dua varian baru vaksin COVID-19, Ia menegaskan, khusus program ini Kemenkes RI masih tetap menggunakan vaksin berjenis Sinovac meskipun Astra Zeneca sudah mendarat di Indonesia.

“Sampai ini, kita masih menggunakan Sinovac dulu setelah dihabiskan baru nanti dengan vaksin yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Selatan, Noor Fahmi menjelaskan, pihaknya hingga kini terus melakukan pendataan calon jemaah haji yang dipastikan ikut dalam keberangkatan ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima ini.

“Apabila diminta data oleh Kemenkes RI, Kanwil Kemenag Kalsel Insha Allah siap karena kami telah berkoordinasi dengan satker di kabupaten/kota,” ucapnya.

Ia menuturkan, ada sekitar ribuan calon jemaah haji yang telah terdaftar untuk diterbangkan. Tetapi, sampai kini, belum ada jadwal maupun kabar pasti dari Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

“Kita ketahui bersama bahwa pada 2020 kemarin penyelenggaraan ibadah haji dari luar Saudi Arabia itu tidak diperbolehkan, termasuk negara Republik Indonesia,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi.

Foto bersama dengan para vaksinator di gedung Idham Chalid Banjarbaru.

Seperti diketahui, kuota Kalsel pada tahun 2020 mencapai 221.000 jemaah. Namun, karena pandemi COVID-19 jumlah jemaah dibatasi hanya 3.818 orang. Dari angka tersebut, 3.718 jemaah sudah melakukan pelunasan, namun situasi belum memungkinkan untuk diberangkatkan. (RHS/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?