6 Desember 2021

Gubernur Kalsel Tekankan Prioritas Sektor Perindustrian

2 min read

Pj gubernur Kalsel saat membuka rakor pada Rabu (17/03)

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Urusan Perindustrian se provinsi ini, Rabu – Kamis (17 – 18 Maret 2021) disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin.  Kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang diawali dengan mewajibkan peserta tes antigen ini, bertema “Pemulihkan Kinerja Sektor Industri melalui Peningkatan Daya Saing dan Hilirisasi IndustrI”. Kegiatan ini dibuka langsung Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA pada Rabu (17/3).

Safrizal mengatakan, Kalsel memiliki luas lahan yang signifikan dan potensi tanam yang cukup, sehingga harus merumuskan jenis-jenis industri yang harus diprioritaskan. Karena tidak semua sektor dapat diprioritaskan, sebab akan mengurangi bahan baku.

“Kita harus prioritas di beberapa sektor, agar bisa fokus, termasuk penetapan industri turunannya,” ujar Safrizal kepada wartawan.

Dikatakan Safrizal, untuk komoditas padi surplus, namun jagung justru kurang, bahkan untuk industri pakan ternak hanya bisa disuplai 50 persen.

“Potensi bahan baku, bahan penolong dan tenaga kerja perlu dipetakan untuk ditetapkan sebagai skala prioritas,” ujarnya.

Setelah ada skala prirotas, ujarnya, baru dirumuskan di tingkat provinsi hingga industri yang direncanakan seperti olahan tepung tapioka atau industri turunan kelapa sawit, berskala besar. Karena bila hanya di tingkat kabupaten/kota, menurutnya, tidak dapat berskala besar. 

Di hadapan peserta Rakortekrenbang, Safrizal juga menyampaikan, perlunya pemanfaatan bantuan permodalam yang ditawarkan perbankan, untuk menopang kemajuan usaha industri.

“Tugas lain pemerintah daerah atau dinas terkait, adalah agar memberikan kemudahan berinvestasi, pemberian insentif dan promosi-promosi serta pembinaan pelaku usaha melalui kegiatan workshop, seminar, pelatihan dan sebagainya,” tambahnya.

Safrizal berkomitmen, semampu mungkin mengupayakan supaya tidak ada impor atau penjualan bahan mentah. Melainkan bahan olahan yang diyakini jauh memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di daerah.

“Ditambah inovasi dan memperhatikan pengemasan yang baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni mengatakan, Rakortekrenbang bertujuan meningkatkan koordinasi, harmonisasi dan sinkonisasi penyusunan program kerja pembangunan industri  tahun anggaran 2022.

“Melakukan sinergi atas usulan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang membidangi perindustrian, sinkronisasi dan persamaan persepsi atas peraturantah perindustrian, dan lain-lain,” tutupnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?