1 Desember 2021

Klaster Perkantoran Kembali Marak di Kalsel

1 min read

Jubir Penganan Covid-19 Provinsi Kalsel M Muslim

BANJARMASIN – Ditengah pelaksanaan PPKM Skala Mikro di Kalimantan Selatan ini, saat ini terjadi peningkatan klaster di perkantoran di beberapa daerah di provinsi ini. Salah satunya di Pemerintah Kota Banjarmasin.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Selatan M Muslim mengatakan, untuk mencegah terjadinya klaster perkantoran, maka diterapkan WFO hanya 50 persen dari jumlah karyawan yang ada. Selain itu, penerapan protokol kesehatan COVID-19 juga harus diterapkan dengan ketat.

“Khusus di pemerintah provinsi Kalsel, kami telah melakukan skrining di perkantoran Setdaprov, sebanyak 625 orang yang ditesting setiap harinya,” ungkap Muslim, kepada Abdi Persada pada saat dialog di program TKHI edisi Selasa (16/3).

Dari hasil testing tersebut, lanjutnya, ditemukan ada 19 rapid antigen yang positif.

“Ini kemudian diteruskan untuk pemeriksaan PCR lebih lanjut,” ucapnya.

Upaya tersebut merupakan langkah antisipasi yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Muslim juga menyampaikan, jika ada didalam SKPD tersebut ada yang positif covid-19, yang melakukan kontak erat dengan yang lainnya. Bisa mengajukan rapid antigen massal, bisa menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Semakin cepat melakukan pelaporan maka semakin cepat dilakukan pencegahan,” ucap Muslim.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, untuk klaster perkantoran di Pemerintahan Kota Banjarmasin, saat ini memang ada 1 ASN yang meninggal dunia, serta 8 ASN yang terpapar COVID-19.

“Untuk itulah penerapan protokol kesehatan COVID-19 di perkantoran yang ada di Pemko Banjarmasin akan diperketat,” ucapnya. (SRI/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?