1 Desember 2021

Vaksinasi COVID-19 Anggota DPRD Kalsel dan ASN Setwan Kalsel Menunggu Jadwal

2 min read

Sekretaris DPRD Kalsel, A. M. Rozaniansyah

BANJARMASIN – Program vaksinasi COVID-19 untuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Antung Mas Rozaniasyah kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (8/3). Ia mengungkapkan rencana kegiatan vaksinasi tersebut berdasarkan surat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Surat BKD Kalsel tersebut tertanggal 5 Maret 2021 meminta untuk mendata ASN pada Setwan. Sedangkan vaksinasi untuk anggota DPRD Kalsel masih kami konsultasi. Tapi kita juga berharap semua anggota Dewan divaksin,” katanya.

Pasalnya, menurut Nunung (sapaan akrabnya), berdasarkan jadwal kegiatan DPRD Kalsel pada bulan Maret 2021 ini, anggota Dewan tidak berada di tempat atau melakukan kunjungan-kunjungan guna melaksanakan tugas kedewanan.

Sehingga jika memungkinkan kegiatan vaksinasi di Rumah Banjar tersebut dilaksanakan setelah rapat paripurna DPRD Kalsel pada 24 Maret 2021 karena anggota Dewan kemungkinan banyak yang hadir. Sedangkan mengenai teknis pelaksanaan akan diatur kemudian.

“Dari 55 anggota DPRD Kalsel itu, tiga orang di antaranya sudah melaksanakan vaksin COVID-19 yaitu Ketua Dewan Supian, Wakil Ketua Muhammad Syaripuddin dan satu anggota Dewan,” lanjutnya.

Rozaniansyah berharap, semua karyawan Setwan Kalimantan Selatan baik yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer/tenaga kontrak mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut.

Begitu pula, semua pimpinan/anggota DPRD Kalsel sebagai salah satu upaya mencegah tertular virus Corona atau COVID-19 sehingga Rumah Banjar bisa terbebas dari wabah penyakit yang membahayakan dan dapat merenggut nyawa manusia itu.

“Terkecuali bagi mereka yang ada penyakit bawaan sehingga tidak divaksin COVID-19 agar tidak menimbulkan hal-hal yang lebih fatal. Hal tersebut memang tidak bisa dipaksakan, karenanya sebelum divaksin terlebih dahulu dilakukan screening terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?