6 Desember 2021

Layanan Karet Bokar di BPSMB Kalsel Mulai Ramai

2 min read

Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah

BANJARBARU – Komoditas karet alam di Kalimantan Selatan kini mulai diminati menjadi bisnis yang menjanjikan. Tak heran, jika layanan bokar di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalimantan Selatan mulai ramai.

Kepala BPSMB Kalimantan Selatan Tanwiriah mengungkapkan, untuk memenuhi permintaan ekspor impor dalam persaingn pasar global ditingkat internasional. Maka, layanan ini dipastikan akan terus dimaksimalkan sesuai permintaan konsumen.

“Sesuai institusi kelembagaan kami, BPSMB Kalsel terus melakukan upaya-upaya terbaik bagi pelanggan, agar permintaan berstandar SNI dapat dimiliki, dan harganya bisa tetap bersaing dipasaran baik lokal, nasional dan internasional,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (9/3) siang.

Ia menyebutkan, para konsumen tidak perlu khawatir terkait layanan tersebut, mengingat pengujian khusus bahan olahan karet (bokar) kini telah terakreditasi dan diakui secara nasional dan internasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Laboratorium kami telah mendapat pengakuan, jadi bagi konsumen yang ingin mengujikan hasil olahan karetnya agar berdaya kualitas tinggi dengan mendapat standarisasi terbaik, bisa datang ke sini,” paparnya.

Bahkan, Ia menyatakan layanan karet alam yang masuk dalam kategori Spesifikasi Karet Indonesia  (SIR) ini merupakan tiga terbesar di Indonesia. Melalui hasil pengujian ternyata mampu bersaing di pangsa pasar global, baik ditingkat ekspor maupun impor.

“Perusahaan-perusahaan yang bergelut di industri karet sebelum melakukan giat pasar ekpor internasional itu pengujiannya ditempat laboratorium BPSMB Disdag Kalsel,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Pengujian dan Kaliberasi BPSMB Kalimantan Selatan, RO. Suharianto memaparkan dengan adanya pengujian ini, maka dipastikan proses ekspor impor akan sesuai dengan standart mutu yang telah ditetapkan melalui SNI.

“Sehingga dunia usaha mereka di industri sir rubber atau karet tadi bisa melakukan ekspor dalam kondisi memenuhi syarat spesifikasi teknis SNI dengan kualitas mutu terbaik,” bebernya.

Data Indonesia Invesment menyebutkan, Kalimantan ternyata merupakan pemasok komoditas karet alam cukup luas dan besar di Indonesia setelah pulau Sumatera. Bahkan, masuk dalam kategori pengekspor terbesar.

Untuk diketahui, Indonesia tercatat merupakan pemasok komoditas karet sir alam terbesar kedua didunia setelah Thailand pada 2014 – 2016 lalu dengan pendapatan perton hampir mencapai 32 – 38 ton. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?