16 Juni 2021

Harga Cabai di Pasaran Meroket

1 min read

Salah satu pedagang cabai di pasar Banjarbaru, Mujani

BANJARBARU – Harga cabai di pasaran terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa pekan ini. Seperti yang terpantau di Pasar Bauntung Banjarbaru, harga jual cabai rawit pada Senin  (8/3) harganya mencapai angka 180 ribu rupiah per kilogramnya.

“Iya, naik terus. Cabai rawit harga modalnya sekarang antara 115 ribu hingga 150 ribu perkilogram nya, tergantung kualitas. Saya jual 180 ribu (per kg). Padahal harga normal sebelumnya hanya sekitar 50 ribu rupiah (per kg),” ujar salah satu pedagang cabai di pasar Banjarbaru, Muhammad Mujani, Senin (8/3).

Dia menyebut, kenaikan harga terjadi untuk semua jenis cabai. Cabai rawit tiung misalnya, saat ini harga jualnya 135 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya sekitar 40 ribuan saja.

“Cabai merah juga sama, sekarang saya jual 40 ribu. Sebelumnya sekitar 25 ribuan perkilonya,” sebutnya.

Mujani berujar, kenaikan ini mulai terjadi sejak awal tahun ini atau saat banjir melanda hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Mungkin banyak petani cabai gagal panen karena terendam, sehingga persediaan sekarang terbatas,” paparnya.

Karena stoknya yang terbatas, dikatakan Mujani pedagang jauh-jauh harus sudah memesan ke distributor supaya mendapatkan jatah cabai.

“Kalau tidak pesan dulu, bisa tidak dapat cabai,” bebernya.

Sebab, meski harganya naik, menurutnya tidak berpengaruh pada penjualan cabai di pasaran. Pelanggan tetap membelinya meski harga cukup tinggi.

“Bagaimanapun cabai merupakan komoditi yang sangat dibutuhkan dalam memasak. Masyarakat tetap membelinya walaupun mahal, tapi mungkin ada yang menguranginya. Yang tadinya bisa beli seperempat kilo, sekarang jadi se-ons,” ucapnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.